DIGITAL LIBRARY



JUDUL:EFEKTIVITAS BIOFUMIGAN SAWI PAHIT TERHADAP NEMATODA PURU AKAR (Meloidogyne spp.) PADA TANAMAN SELEDRI (Apium graveolens L.)
PENGARANG:ISNA RAHMA YANI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-07-15


Tanaman seledri (Apium graveolens L.) memiliki nilai ekspor dan termasuk ke dalam golongan sayuran daun penting. Gangguan akibat organisme pengganggu tumbuhan dalam budidaya seledri masih menjadi masalah yang selalu dihadapi oleh petani (Adawiyah, 2018). OPT yang sering ditemukan menginfeksi tanaman seledri khususnya di wilayah landasan ulin utara kecamatan liang anggang kota Banjarbaru provinsi Kalimantan Selatan adalah Nematoda Puru Akar (NPA) (Meloidogyne spp). Gejala dari serangan NPA ini sangat khas yaitu akar menjadi bengkak karena nematoda ini menyerang sistem perakaran dan mengganggu jaringan akar. Oleh karena itu, sebelum mengakibatkan kerugian yang lebih besar maka perlu diantisipasi. Pengendalian dapat dilakukan dengan cara biofumigasi yaitu menggunakan limbah sawi pahit yang berasal dari famili Brassicae karena terdapat kandungan glukosinolat (GSL) dan senyawa isothiosianat (ITS). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui biofumigan dari cacahan sawi pahit apakah efektif dalam mengendalikan Meloidogyne spp. pada tanaman seledri. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor yaitu perlakuan dengan 500 telur Meloidogyne spp. (kontrol/T0) dan 4 perlakuan dengan cacahan sawi pahit yaitu 500 telur Meloidogyne spp. + 200 gram cacahan sawi pahit (T1) 500 telur Meloidogyne spp. + 400 gram cacahan sawi pahit (T2) 500 telur Meloidogyne spp. + 600 gram cacahan sawi pahit (T3) dan 500 telur Meloidogyne spp. + 800 gram cacahan sawi pahit (T4). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tanaman seledri dengan perlakuan T4 dapat menekan keparahan penyakit dan jumlah rata-rata populasi NPA. Keparahan penyakit tertinggi ditemukan pada tanaman T0 dengan persentase sebesar 45,0% dan persentase terendah pada tanaman perlakuan T4 sebesar 4,2%. Populasi NPA tertinggi juga ditemukan pada tanaman T0 yaitu sebesar 428,125 ekor dan populasi terendah pada tanaman T4 sebesar 126,125 ekor.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI