DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Viabilitas Benih Cabai Rawit Cultivar Hiyung pada Perbedaan Tingkat Kematangan Buah | |
| PENGARANG | : | USMAYA PUTRI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-07-15 |
Cabai rawit (Capsicum frutescens L.) cultivar Hiyung merupakan varietas lokal unggulan dari Kalimantan Selatan yang dikenal memiliki tingkat kepedasan tinggi dan nilai ekonomi penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat kemasakan buah terhadap mutu fisiologis benih cabai rawit cultivar Hiyung serta menentukan stadia kemasakan terbaik untuk menghasilkan benih bermutu tinggi. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Produksi dan Laboratorium Terpadu Jurusan Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat, serta Laboratorium BPSBTPH Provinsi Kalimantan Selatan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor dengan 10 taraf perlakuan berdasarkan stadia kemasakan buah, yaitu S1 (hijau), S2 (hijau kecoklatan), S3 (hijau oranye kecoklatan), S4 (oranye kecoklatan), S5 (oranye gelap), S6 (oranye terang), S7 (oranye kemerahan), S8 (merah oranye), S9 (merah terang), dan S10 (merah gelap) yang diulang sebanyak tiga kali. Parameter yang diamati meliputi daya berkecambah, potensi tumbuh maksimum, dan kadar air benih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kemasakan buah berpengaruh nyata terhadap semua parameter yang diamati. Stadia S10 (merah gelap) memberikan hasil terbaik dengan daya berkecambah tertinggi (62,08%), potensi tumbuh maksimum (77,08%), dan kadar air terendah (42,62%). Dengan demikian, stadia kemasakan fisiologis buah berpengaruh terhadap viabilitas benih cabai rawit cultivar Hiyung, dan stadia S10 merupakan stadia terbaik untuk memperoleh benih bermutu tinggi.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI