DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Prarancangan Pabrik Sabun Padat dari Refined Bleached Deodorized Palm Stearin (RBDPS) dan Natrium Hidroksida dengan Proses Saponifikasi Trigliserida Kapasitas 112.000 Ton/Tahun
PENGARANG:ROSIDA RIZKYA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-07-16


Indonesia merupakan salah satu negara berkembang yang memiliki banyak perkebunan kelapa sawit dan penghasil Refined Bleached Deodorized Palm Stearin (RBDPS) terbesar yang merupakan fraksi padat dari Refined Bleached Deodorized Palm Oil (RBDPO). RBPDS merupakan produk sawit yang dapat dijadikan sebagai bahan utama pembuatan sabun dengan bantuan natrium hidroksida sebagai pembuat basa. Kebutuhan akan sabun dalam kehidupan sehari-hari yang terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun menjadikan peluang untuk didirikannya pabrik sabun padat di Indonesia. Lokasi yang dipilih untuk mendirikan pabrik ini berada di Tarjun, Kalimantan Selatan berkapasitas 112.000 ton/tahun dengan luas tanah 29.600 m3. Pabrik ini beroperasi selama 330 hari/tahun dan dioperasikan mulai pada tahun 2029.

                Proses yang digunakan untuk menghasilkan sabun padat pada pabrik ini yaitu dengan menggunakan reaksi saponifikasi trigliserida pada RBDPS dan natrium hidroksida. Reaksi berlangsung dalam CSTR (Continuous Stirred Tank Reactor) pada kondisi operasi 100oC dan tekanan 1 atm dengan konversi sebesar 92%. Reaksi berlangsung secara eksotermis dan irreversible serta reaksi yang terjadi bersifat spontan. Produk utama yang dihasilkan dari reaktor (R-210) berupa sabun, air, sedikit RBDPS yang tidak bereaksi, dan gliserol sebagai produk samping. Produk keluaran reaktor dialirkan menuju mixer (M-220) untuk ditambahkan bahan pendukung berupa NaCl sebagai pemisah sabun dengan gliserol, lalu dialirkan menuju dekanter (H-230) untuk proses pemisahan berdasarkan nilai densitas. Keluaran atas dekanter (H-230) dialirkan menuju mixer (M-250) untuk ditambahkan bahan pendukung berupa asam stearat, EDTA, dan minyak nilam. Hasil pencampuran pada mixer (M-250) dialirkan menuju spray dryer (B-310) untuk proses pengeringan sehingga menghasilkan sabun berupa serpihan. Keluaran dari spray dryer (B-310) berupa serpihan sabun dialirkan menuju bar soap finishing machine (P-320) untuk pencetakan sabun batang.

Kebutuhan air utilitas diambil dari Sungai Cantung, Kotabaru sebanyak 114.054,8897 kg/jam. Sedangkan kebutuhan listrik untuk operasional pabrik sebesar 1.039,5300 kW dan dipersiapkan 2 buah generator (P-341) dengan power 1.500 kW. Bahan bakar untuk generator tersebut menggunakan diesel oil sebanyak 744,4328 liter/jam.

                Berdasarkan analisis ekonomi untuk pendirian pabrik sabun padat tersebut menunjukkan Total Capital Investment (TCI) sebesar Rp1.882.058.410.203. Selain itu, diperoleh juga nilai Return of Investment (ROI) sebelum pajak sebesar 43,38% dan Return of Investment (ROI) sesudah pajak sebesar 28%. Pay Out Time (POT) sebelum pajak yaitu 1,87 tahun dan Pay Out Time (POT) sesudah pajak yaitu 2,62 tahun. Sehingga diperoleh Break Event Point (BEP) sebesar 50,92% dan Shut Down Point (SDP) sebesar 37,40%. Hasil analisis ekonomi tersebut menunjukkan bahwa pabrik ini layak untuk dipertimbangkan pendiriannya dan dapat diteruskan ke tahap perancangan pabrik.

Kata kunci:   Reaktor, Refined Bleached Deodorized Palm Stearin, Natrium Hidroksida, Sabun, Saponifikasi Trigliserida

 

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI