DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Analisis Pendapatan Sarang Burung Walet Masyarakat di Kecamatan Cempaka Kota Banjarbaru
PENGARANG:PAHRURROJI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-07-16


Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan dari usaha sarang burung walet masyarakat di Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi tingkat pendapatan tersebut. Usaha sarang burung walet merupakan salah satu komoditas bernilai ekonomi tinggi yang potensial, namun keberhasilannya dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti biaya pembangunan, biaya operasional, lama usaha, teknik budidaya, dan kondisi lingkungan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Data primer diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap lima responden peternak sarang burung walet yang telah berusaha minimal lima tahun. Variabel yang dianalisis meliputi biaya total (biaya tetap dan biaya variabel), total penerimaan, dan pendapatan bersih (π = TR - TC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan bersih tertinggi diperoleh oleh Bapak Ahmad Dimyati sebesar Rp146.150.000 selama 7 tahun usaha, sedangkan pendapatan terendah diperoleh oleh Bapak Nahdi sebesar Rp84.493.330 selama 10 tahun usaha. Faktor-faktor seperti pengalaman, luas bangunan, pemeliharaan, lokasi, dan efisiensi penggunaan alat audio menjadi penentu keberhasilan usaha. Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa usaha sarang burung walet memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan masyarakat, namun keberhasilannya sangat bergantung pada manajemen usaha dan efisiensi biaya yang dikeluarkan.

Kata kunci: Pendapatan, Sarang Burung Walet, Biaya Produksi, Usaha Ternak, Kecamatan Cempaka 

Abstract

This study aims to analyze the income from swiftlet nest farming among the community in Cempaka District, Banjarbaru City, and to identify the factors that influence income levels. Swiftlet nest farming is a high-value economic commodity with great potential, but its success is influenced by several factors such as construction costs, operational expenses, length of business operation, farming techniques, and environmental conditions. This research uses a descriptive quantitative approach. Primary data were obtained through interviews, observations, and documentation from five swiftlet nest farmers who had been running their businesses for at least five years. The variables analyzed included total costs (fixed and variable costs), total revenue, and net income (π = TR - TC). The results showed that the highest net income was earned by Mr. Ahmad Dimyati, amounting to IDR 146,150,000 over seven years of operation, while the lowest was earned by Mr. Nahdi, totaling IDR 84,493,330 over ten years. Factors such as experience, building size, maintenance, location, and audio system efficiency were found to be determinants of business success. It can be concluded that swiftlet nest farming significantly contributes to community income, but its success largely depends on effective business management and cost efficiency.

Keywords: Income, Swiftlet Nest, Production Cost, Farming Business, Cempaka District  

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI