DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | ANALISIS PENGARUH PERSEPSI PETANI MILENIAL TERHADAP ADOPSI PERTANIAN ORGANIK HORTIKULTURA DI KABUPATEN TAPIN | |
| PENGARANG | : | USA REINALDO | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-07-17 |
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh persepsi tentang kemudahan, persepsi tentang kemanfaatan, dan persepsi tentang risiko terhadap adopsi pertanian organik hortikultura oleh petani milenial di Kabupaten Tapin. Petani milenial dalam penelitian ini didefinisikan sebagai petani berusia 19–39 tahun yang aktif dalam usaha tani hortikultura, memiliki keterbukaan terhadap inovasi, serta diharapkan menjadi agen regenerasi dalam pembangunan sektor pertanian yang berkelanjutan.
Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret hingga Juni 2025 di Kabupaten Tapin, yang dipilih secara purposif karena pertanian organik merupakan salah satu program strategis yang terus didorong oleh pemerintah daerah. Dalam konteks ini, petani milenial dipandang sebagai ujung tombak pengembangan pertanian organik, khususnya di sektor hortikultura.
Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah metode sensus, dengan mempertimbangkan bahwa jumlah populasi petani milenial hortikultura yang menjadi sasaran penelitian sebanyak 54 orang. Seluruh responden dilibatkan secara langsung. Data dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modeling (SEM) dengan pendekatan Partial Least Squares (PLS) dan diolah menggunakan perangkat lunak SmartPLS.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi tentang kemudahan berpengaruh positif dan signifikan terhadap adopsi pertanian organik oleh petani milenial di Kabupaten Tapin. Artinya, semakin tinggi persepsi petani terhadap kemudahan dalam memahami dan menerapkan sistem pertanian organik, maka semakin tinggi pula kecenderungan mereka untuk mengadopsinya. Sebaliknya, persepsi tentang kemanfaatan dan persepsi tentang risiko tidak berpengaruh signifikan terhadap adopsi pertanian organik, meskipun keduanya menunjukkan skor tinggi secara deskriptif. Hal ini mengindikasikan bahwa keyakinan terhadap manfaat maupun kekhawatiran terhadap risiko belum cukup kuat secara statistik untuk memengaruhi perilaku adopsi dalam populasi petani milenial yang diteliti.
Temuan ini menegaskan pentingnya kemudahan sebagai faktor kunci dalam mendorong adopsi inovasi pertanian di kalangan petani muda, serta perlunya strategi edukasi dan pendampingan yang memperhatikan aspek praktis dan implementatif dari sistem pertanian organik.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI