DIGITAL LIBRARY



JUDUL:STRATEGI MITIGASI EMISI GAS RUMAH KACA DARI SAMPAH RUMAH TANGGA DI KOTA BANJARBARU
PENGARANG:INTAN SRI HERDIANTI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-07-17


Permasalahan sampah setiap tahunnya terus meningkat, sejalan dengan pertumbuhan jumlah penduduk diiringi dengan kebutuhan aktivitas rumah tangga akan berpengaruh pada jumlah timbulan dan komposisi sampah rumah tangga yang dihasilkan. Kota Banjarbaru memiliki potensi menghasilkan emisi gas rumah kaca (GRK) dari sampah rumah tangga dalam jumlah besar. Persoalan sampah rumah tangga ini merupakan salah satu sektor yang berkontribusi secara signifikan dalam peningkatan emisi GRK. Aktivitas pengelolaan sampah menghasilkan emisi GRK yang berbeda-beda. Tujuan penelitian ini untuk mengestimasi emisi GRK dari sampah rumah tangga dengan metode IPCC dan menentukan rekomendasi startegi pengelolaan sampah rumah tangga untuk mengurangi emisi GRK dari sampah rumah tangga di Kota Banjarbaru melalaui metode analisis SWOT.

Perhitungan emisi GRK menggunakan metode IPCC Tier 2 untuk mengestimasi emisi metana (CH4), karbon dioksida (CO2), dan dinitrogen oksida (N2O) dari kegiatan penimbunan di TPA, pembakaran terbuka, dan pengomposan pada tiga skenario yang sudah ditentukan. Skenario 1 estimasi GRK dari sampah rumah tangga pada kondisi BAU di tahun 2010 – 2050 (tanpa adanya reduksi sampah), skenario 2 estimasi GRK kondisi eksisting di tahun 2024 sesuai Jakstrada Kota Banjarbaru dengan 30% pengurangan sampah rumah tangga dan 70% penanganan sampah rumah tangga dengan adanya fasilitas PDU dan TPS 3R, skenario 3 estimasi emisi GRK pada kondisi mitigasi di tahun 2024 – 2050 dengan adanya target Indonesia Zero Waste Zero Emissions di tahun 2050, dimana kegiatan PDU dan TPS 3R berjalan dengan optimal. Informasi mengenai partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 108 KK. Penyusunan rekomendasi strategi pengelolaan sampah rumah tangga dengan cara penyebaran angket analisis SWOT kepada informan kunci.

Hasil estimasi emisi GRK dari sampah rumah tangga di Kota Banjarbaru dengan pendekatan Tier 2, menunjukkan bahwa skenario 3 (mitigasi) yang mengoptimalkan pengomposan dan daur ulang melalui fasilitas 3R, memberikan dampak signifikan dalam pengurangan emisi GRK. Pada skenario 1 (BAU), emisi GRK pada tahun 2024 mencapai 6,02 Gg CO2 eq yang disebabkan oleh penimbunan sampah di TPA dan pembakaran terbuka. Pada skenario 2 (eksisting), dengan penerapan pengomposan dan pengelolaan sampah yang lebih baik, emisi GRK diperkirakan berkurang menjadi 5,78 Gg CO2 eq menunjukkan terjadi penurunan 4,11% dibandingkan skenario BAU. Skenario 3 (mitigasi) dengan mengoptimalkan pengomposan dan daur ulang, serta mengurangi kegiatan pembakaran terbuka menghasilkan emisi GRK yang lebih rendah yaitu 5,55 Gg CO2 eq pada tahun 2024, dengan penurunan sebesar 7,81% dibandingkan skenario BAU. Pada tahun 2050 emisi GRK diperkirakan hanya 0,01283 Gg CO2 eq, menunjukkan penurunan yang sangat signifikan. Dengan demikian, skenario 3 merupakan skenario paling terbaik dalam mengurangi emisi GRK, karena mengintegrasikan strategi pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan mendukung pencapaian target Indonesia Zero Waste Zero Emission pada tahun 2050.

Posisi pengelolaan sampah rumah tangga di Kota Banjarbaru pada diagram SWOT berada pada kuadran III (W-O) yang menunjukkan bahwa strategi yang terbentuk adalah berdasarkan pemanfaatan peluang yang tersedia untuk mengatasi atau meminimalkan kelemahan yang dimiliki. Rekomendasi strategi pengelolaan sampah rumah tangga di Kota Banjarbaru untuk mengurangi emisi GRK meliputi: (1) melaksanakan program edukasi berkelanjutan yang melibatkan lembaga informal seperti PKK dan Posyandu untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pemilahan sampah dari sumber, (2) mengadakan pelatihan dan pendampingan kepada masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga, (3) mengembangkan dan memperluas jaringan bank sampah di Kota Banjarbaru untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah anorganik, (4) melakukan penyesuaian tarif retribusi pelayanan kebersihan sampah rumah tangga berdasarkan jenis rumah untuk meningkatkan pendapatan daerah yang dapat digunakan untuk operasional pengelolaan sampah, (5) mengalokasikan anggaran untuk penambahan fasilitas PDU dan TPS 3R di setiap kecamatan yang ada di Kota Banjarbaru, (6) memperkuat sistem penegakan hukum dan pengawasan terhadap pelanggaran dalam pengelolaan sampah rumah tangga, seperti ketidakpatuhan pemilahan sampah, dan pembuangan sampah sembarangan, serta menetapkan peraturan yang melarang kegiatan pembakaran terbuka.

Kata Kunci: Emisi Gas Rumah Kaca, Pengelolaan Sampah, Sampah Rumah Tangga, Strategi, Analisis SWOT

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI