DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Kuantifikasi Emisi Karbon yang Dikeluarkan Alat Berat pada Proyek Pembangunan Jalan Gunung Pamaton - Gunung Coklat
PENGARANG:ANTONIO SIPASULTA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-07-17


ABSTRAK

Proyek Pembangunan Jalan Gunung Pamaton – Gunung Coklat merupakan bagian penting dari upaya meningkatkan infrastruktur dan memperluas aksesibilitas ke tempat wisata paralayang di Tahura Sultan Adam. Emisi karbon dari alat berat merupakan hasil dari pembakaran bahan bakar solar. Saat bahan bakar solar masuk ke dalam ruang bakar, maka akan bercampur dengan udara dan dikompresi sehingga akan menghasil emisi karbondioksida (CO2) yang secara tidak langsung menjadi emisi utama yang akan berdampak pada pemanasan global. Dalam penelitian ini menggunakan metode perhitungan konsumsi energi dan emisi karbon yang mengacu pada panduan dari Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC). Berdasarkan analisis perhitungan emisi karbon pada proyek pembangunan jalan Gunung Pamaton – Gunung Coklat, alat berat pengahasil emisi karbon tertinggi pertama yaitu Excavator sebanyak 35.281,52 kg CO?, kedua yaitu Dozer sebanyak 9.449,57 kg CO?, ketiga yaitu Vibrotary Roller sebanyak 8.679,50 kg CO?, keempat yaitu Dump Truk sebanyak 741,73 kg CO?, kelima yaitu Grader 320,75 kg CO? dan pekerjaan penghasil emisi karbon tertinggi pertama yaitu pada pekerjaan pembukaan lahan/galian biasa sebanyak 34.085,78 kg CO?, kedua yaitu pada pekerjaan badan jalan sebanyak 16.690.60 kg CO?, ketiga yaitu pada pekerjaan lapis pondasi bawah sebanyak 2.500,95 kg CO?, keempat yaitu pada pekerjaan galian drainasi sebanyak 1.195,75 kg CO?. Berdasarkan data perbandingan alat berat penghasil emisi karbon tertinggi antara Excavator Doosan DX 300 LCA dengan alat rekomendasi yaitu Caterpillar 336 GC, diketahui bahwa Caterpillar 336 GC menghasilkan emisi karbon lebih rendah 26,40 % dari Doosan DX 300 LCA. 

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI