DIGITAL LIBRARY



JUDUL:KOMODITAS UNGGULAN JERUK SIAM BANJAR TERHADAP PENDAPATAN PETANI DI KECAMATAN MANDASTANA KABUPATEN BARITO KUALA TAHUN 2024
PENGARANG:DWI RAMADANI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-07-17


Jeruk Siam Banjar merupakan komoditas unggulan hortikultura yang memiliki daya adaptasi tinggi terhadap lahan basah di Kecamatan Mandastana, Kabupaten Barito Kuala. Keunggulannya terletak pada kualitas rasa yang manis, produktivitas yang tinggi, dan permintaan pasar yang stabil serta menjadikannya sebagai sumber pendapatan utama bagi sebagian besar petani di wilayah ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi Jeruk Siam Banjar terhadap pendapatan petani dan memetakan sebarannya di Kecamatan Mandastana pada tahun 2024. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei, wawancara, kuesioner, serta analisis Location Luotien (LQ), Shift Share, dan Regresi Linear Berganda untuk menguji faktor-faktor yang memengaruhi pendapatan petani. Analisis pendapatan dilakukan dengan membandingkan proporsi pendapatan yang diperoleh dari Jeruk Siam Banjar terhadap total penghasilan petani. Sebaran komoditas ini dianalisis menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk mengidentifikasi desa dengan tingkat produksi tertinggi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jeruk Siam Banjar memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan petani. Berdasarkan perbandingan pendapatan petani dengan Upah Minimum Regional (UMR) Kabupaten Barito Kuala pada tahun 2025, ditemukan bahwa 45,2% petani memperoleh pendapatan lebih tinggi dari UMR, sementara sekitar 54,8% petani masih berada di bawah UMR. Hal ini menunjukkan adanya disparitas dalam pendapatan. Variabel jumlah produksi dan biaya produksi berpengaruh signifikan terhadap pendapatan petani, dengan hasil uji F sebesar 17,162 dan nilai prob. F-hitung (0,000) < alpha 5%, serta R² sebesar 0,755, yang menunjukkan bahwa 75,5% variasi pendapatan dapat dijelaskan oleh faktor-faktor yang dianalisis. Sebaran komoditas Jeruk Siam Banjar terkonsentrasi di Desa Karang Bunga, Karang Indah, dan Puntik Dalam, yang memiliki kesesuaian lahan yang lebih tinggi. Terdapat tantangan yang dihadapi petani termasuk harga yang fluktuatif, keterbatasan akses pasar, dan biaya produksi yang tinggi, yang masih menjadi kendala utama dalam meningkatkan kesejahteraan petani.

Implikasi dari penelitian ini adalah bahwa pengelolaan komoditas Jeruk Siam Banjar yang berkelanjutan dapat memperkuat ekonomi lokal dan regional. Oleh karena itu, perlu adanya kebijakan yang mendukung peningkatan produktivitas, akses pasar yang lebih baik, serta diversifikasi produk olahan. Dengan strategi pengelolaan yang tepat, Jeruk Siam Banjar dapat terus berkembang sebagai komoditas unggulan yang strategis berkontribusi terhadap ketahanan ekonomi petani dan pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.

Kata kunci: Jeruk Siam Banjar, Pendapatan Petani, Sebaran Komoditas Unggulan, Sistem Informasi Geografis.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI