DIGITAL LIBRARY



JUDUL:KUALITAS SPERMATOZOA KAMBING PERANAKAN ETAWA YANG DIPRESERVASI DENGAN PENGENCER TRISS KOMBINASI SARI BUNGA ROSELLA
PENGARANG:REZA AKBAR WICAKSONO
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-07-17


REZA AKBAR WICAKSONO. Kualitas Spermatozoa Kambing Peranakan Etawa yang Dipreservasi dengan Pengencer Triss Kombinasi Sari Bunga Rosella dibimbing oleh ANIS WAHDI.

Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengevaluasi kualitas spermatozoa kambing Peranakan Etawa jantan dengan penambahan sari bunga rosella yang bertahan paling lama pada saat penyimpanan dengan cara mikroskopis yang dipreservasi. Kambing Peranakan Etawa (PE) merupakan salah satu jenis kambing unggul yang banyak dikembangkan di Indonesia karena memiliki produktivitas tinggi baik sebagai penghasil susu maupun daging dan Rosella (Hibiscus sabdariffa L.) telah dikenal sebagai tanaman yang kaya akan komponen bioaktif seperti antosianin, flavonoid, dan asam askorbat yang memiliki aktivitas antioksidan tinggi, harapannya dapat mempertahankan presentase motilitas dan viabilitas spermatozoa.

Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan, yaitu P0 Tris Aminomethane (80%) kuning telur (20%) (kontrol), P1 (: Tris Aminomethane (79%) kuning telur (20%) + sari bunga rosella (1%), P2 Tris Aminomethane (77%) kuning telur (20%) + sari bunga rosella (3%), dan P3 Tris Aminomethane (75%) kuning telur (20%) + sari bunga rosella (5%), masing-masing dengan empat ulangan. Parameter yang diamati meliputi motilitas dan viabilitas. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Duncan apabila terdapat perbedaan nyata.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan sari bunga rosella dengan konsentrasi 1% menunjukkan rata-rata presentase yang bagus terhadap motilitas dan viabilitas, dibandingkan P2 yang menggunakan 3% sari bunga rosella dan P3 yang menggunakan 5% sari bunga rosella memiliki rata-rata presentase yang cenderung lebih rendah hingga hari ke-5, namun pada kontrol yaitu P0 rata-rata presentase tidak terlalu terpaut jauh dari P1 meskipun masih lebih rendah dari P1.

Secara keseluruhan, sari bunga rosella menunjukkan potensi sebagai bahan pengencer yang dapat mempertahankan motilitas diatas 40% kecuali P3, dan dapat mempertahankan viabilitas diatas 40% sampai dengan hari ke-4 umur spermatozoa di semua perlakuan. Konsentrasi 1% direkomendasikan sebagai bahan tambahan pengencer yang optimal, dengan catatan  penyaringan yang higenis pada pembuatan sari bunga rosella agar tidak ada kotoran yang bisa mengendap pada saat penyimpanan pada suhu 5°C.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI