DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | kinerja badan narkotika nasional provinsi kalimantan selatan dalam rangka pecegahan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika | |
| PENGARANG | : | NURDIANA AKMAL | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-07-18 |
abstrak
Penyalahgunaan dan peredaran narkotika merupakan ancaman besar bagi stabilitas sosial dan masa depan generasi muda Indonesia. Dalam konteks ini, Badan Narkotika Nasional (BNN) memiliki peran penting sebagai lembaga pemerintah dalam menjalankan program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan serta Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja BNN Provinsi Kalimantan Selatan dalam mengimplementasikan program P4GN. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Proses analisis data mengacu pada model Miles dan Huberman, yaitu meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan menunjukkan bahwa pelaksanaan tugas oleh BNNP Kalimantan Selatan tergolong cukup optimal jika dilihat dari enam indikator kinerja menurut Bernardin dan Russel: volume pekerjaan, mutu hasil kerja, ketepatan waktu, efisiensi biaya, tingkat kebutuhan pengawasan, dan dampak hubungan interpersonal. Program P4GN yang dijalankan meliputi deteksi dini, kampanye, penyuluhan, rehabilitasi, serta penegakan hukum. Namun demikian, program ini masih menghadapi sejumlah hambatan seperti keterbatasan sumber daya manusia, dana yang terbatas, kurangnya keterlibatan masyarakat, serta meningkatnya kompleksitas jaringan peredaran narkoba.
The misuse and illicit trafficking of narcotics pose a significant threat to social stability and the future of Indonesia's younger generation. In this context, the National Narcotics Agency (BNN) plays a vital role as a government institution in implementing the Prevention and Eradication of Drug Abuse and Illicit Trafficking (P4GN) program. This study aims to evaluate the performance of the BNN Provincial Office of South Kalimantan in carrying out the P4GN program. A descriptive qualitative approach was used, with data collected through interviews, observations, and documentation. Data analysis followed the Miles and Huberman model, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that the South Kalimantan BNN’s performance is fairly optimal based on six performance indicators by Bernardin and Russel: quantity of work, quality of work, timeliness, cost-effectiveness, supervision needs, and interpersonal impact. The P4GN initiatives implemented include early detection, campaigns, outreach, rehabilitation, and law enforcement. Nevertheless, the implementation still faces several challenges such as limited human resources, budget constraints, low community participation, and the increasing complexity of drug trafficking methods.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI