DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Kandungan Kalsium (Ca), Magnesium (Mg), Klorofil dan Berat Kering Tanaman Sawi (Brassica juncea L.) pada Sistem Pertanian Terapung di Rawa Lebak dengan Media Tanam yang Berbeda | |
| PENGARANG | : | KHODIJAH | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-07-18 |
Sistem pertanian terapung merupakan adaptasi lokal terhadap banjir berkepanjangan di lahan rawa lebak Kalimantan Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh berbagai jenis media tanam terhadap kandungan kalsium (Ca) dan magnesium (Mg) yang dapat ditukar, kandungan klorofil A dan B, serta berat kering tanaman sawi (Brassica juncea L.) yang dibudidayakan di atas rakit terapung. Enam perlakuan diuji menggunakan media dari Eichornia crassipes dan Pistia stratiotes, yang dikombinasikan dengan pupuk NPK atau penambahan bahan organik berulang. Media diinkubasi selama tiga minggu sebelum bibit sawi dipindahkan, dan pengamatan dilakukan 30 hari setelah tanam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan Ca-tukar meningkat secara signifikan pada media P. stratiotes, terutama dengan perlakuan bahan organik berulang (hingga 70 cmol kg?¹), sedangkan pada media E. crassipes tetap lebih rendah (33–41 cmol kg?¹). Sebaliknya, kandungan Mg-tukar menurun baik pada perlakuan pupuk NPK maupun bahan organik berulang, dengan kadar Mg tertinggi ditemukan pada media tanpa perlakuan. Kandungan klorofil A meningkat dari 11,2 menjadi 13,6 mg L?¹ pada E. crassipes dengan pupuk NPK, namun menurun pada P. stratiotes dari 13,5 menjadi 9,0 mg L?¹. Kandungan klorofil B relatif stabil tetapi mencapai puncaknya sebesar 15,5 mg L?¹ pada P. stratiotes tanpa perlakuan dengan tambahan bahan organik berulang, sementara perlakuan lainnya menghasilkan biomassa yang lebih rendah.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI