DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | MODEL PERENCANAAN PENGELOLAAN KAWASAN HUTAN DENGAN TUJUAN KHUSUS (KHDTK) BERBASIS KARBON | |
| PENGARANG | : | NANANG HANAFI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-07-21 |
NANANG HANAFI, NIM 2240511310020. Model Perencanaan Pengelolaan Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK)Berbasis Karbon. Ketua Komisi Pembimbing: Ahmad Jauhari, Anggota Komisi Pembimbing 1: Gusti Muhammad Hatta, Anggota Komisi Pembimbing 2: Hafizianor.
KHDTK yang terletak di Kelurahan Mungku Baru Kecamatan Rakumpit Kota Palangka Raya (dikenal dengan KHDTK Mungku Baru) merupakan salah satu KHDTK yang dikelola oleh Perguruan Tinggi sebagai Hutan pendidikan. Manajemen pengelolaan KHDTK yang optimal dapat membantu mengurangi perubahan iklim global melalui kegiatan perlindungan, menjaga dan peningkatan pertumbuhan pohon dan stok karbon, dan diperlukan rencana pengelolaan yang detail dengan berbagai strategi untuk mencapai tujuan dari pengelolaan KHDTK tersebut. Tujuan penelitian ini adalah: 1) menganalisis potensi cadangan karbon di KHDTK Mungku Baru; 2) menganalisis peran stakeholder dalam pengelolaan KHDTK Mungku Baru berbasis karbon; 3) merumuskan strategi pengelolaan KHDTK Mungku Baru berbasis karbon; dan 4) Mendesain model perencanaan pengelolaan KHDTK Mungku Baru berbasis karbon.
Metode penelitian yang digunakan untuk menjawab tujuan 1 yaitu: analisis keanekaragaman jenis vegetasi, perhitungan cadangan karbon berdasarkan SNI 7724 2019, dan analisis model spasial cadangan karbon KHDTK Mungku Baru. Metode pengumpulan data untuk tujuan 2 dan tujuan 3 adalah survei lapangan dan wawancara dengan stakeholder. Metode yang digunakan untuk menjawab tujuan 4 yaitu: penataan areal berdasarkan batas mikro DAS, tumpang susun peta tematik (petak pengelolaan, NDVI, LST, tutupan lahan dan cadangan karbon), dan menyusun program kegiatan pengelolaan KHDTK Mungku Baru.
Keanekaragaman jenis vegetasi di KHDTK Mungku Baru cukup tinggi, pengamatan pada 57 plot ditemukan 1.469 vegetasi dari tingkat pancang, tiang dan pohon, dengan 44 famili dan 111 jenis yang teridentifikasi. Indeks kekayaan jenis (Margalef Index) berkisar antara 9,99 - 11,32; indeks kemerataan jenis (Evenness Indeks) > 0,8; dan indeks keanekaragaman jenis Shannon-Wiener >3. Pendugaan cadangan karbon dengan menggunakan NDVI, dan diperoleh persamaan: cadangan karbon = 787,16*nilai NDVI – 509,54 dengan nilai koefisien determinasi sebesar 0,7018 dan koefisien korelasi sebesar 0,8377. Hasil regresi akan digunakan pada fitur raster calculator pada software QGIS untuk menentukan cadangan karbon berdasarkan NDVI.
Analisis stakeholder untuk melihat pengaruh dan kepentingan stakeholder dalam pengelolaan KHDTK Mungku Baru berbasis karbon, dibagi menjadi stakeholder kunci (UMPR, DLH Kota Palangka Raya dan BNF). Masyarakat Kelurahan Mungku Baru sebagai stakeholder utama, dan stakeholder pendukung yaitu: BKSDA Kalteng, BPDAS Kahayan, BPHL Wilayah X, Balai PPI dan Karhutla Wilayah Kalimantan, Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah, KPHP Kahayan Tengah, Masyarakat Kelurahan Bukit Sua, Lurah Mungku Baru dan Lurah Bukit Sua.
Hasil analisis faktor internal, nilai faktor kekuatan lebih besar daripada faktor kelemahan. Sementara faktor eksternal, nilai faktor peluang lebih kecil dibandingkan nilai faktor ancaman. Hasil selisih nilai faktor internal dan eksternal berada pada kuadran II, sehingga diperlukan diversifikasi strategi untuk memaksimalkan berbagai kekuatan dan meminimalkan kelemahan, serta mengoptimalkan berbagai peluang dan mengurangi berbagai ancaman dalam pengelolaan KHDTK Mungku Baru. Strategi tersebut: 1) pemantapan status KHDTK Mungku Baru; 2) mengoptimalkan potensi flora, fauna dan jasa lingkungan; 3) pengembangan infrastruktur; dan 4) peningkatan kapasitas masyarakat sekitar KHDTK Mungku Baru.
Penataan areal KHDTK berbasis mikro DAS, dihasilkan 62 petak pengelolaan dengan luas terkecil sebesar 47,24 ha; dan petak terbesar dengan luas 165,90 ha. Hasil tumpang susun dengan peta tematik (NDVI, LST, tutupan lahan, dan karbon stok), di desain pengelolaan KHDTK Mungku Baru berdasarkan 4 blok pengelolaan. Blok tersebut adalah: Blok konservasi dengan 26 petak dengan luas 2.169,74 ha, dengan kerapatan tinggi, LST rendah-sedang, karbon stok rendah-tinggi dan berada pada hutan rawa primer, hutan rawa sekunder, hutan lahan kering sekunder dan belukar rawa. Blok pengembangan dan penelitian seluas 1.937,45 ha (24 petak) dengan kerapatan jarang-tinggi, LST rendah-tinggi, karbon stok rendah-tinggi, berada pada hutan rawa primer, hutan rawa sekunder, hutan lahan kering sekunder, belukar rawa dan pertanian lahan kering bercampur semak. Blok Budaya dan pemanfaatan seluas 471,57 ha (6 petak) dengan kerapatan jarang-tinggi, LST rendah-tinggi, karbon stok rendah-tinggi, berada pada hutan lahan kering sekunder, hutan rawa sekunder dan belukar rawa. Blok rehabilitasi/konservasi seluas 399,26 ha (6 petak) dengan kondisi non vegetasi, kerapatan jarang-tinggi, LST sedang-tinggi, karbon stok rendah-sedang, berada pada hutan lahan kering sekunder, belukar, pertanian lahan kering bercampur semak dan belukar rawa. Berdasarkan strategi pengelolaan KHDTK Mungku Baru dan penataan areal, dirumuskan sebanyak 13 (tiga belas) program kegiatan pengelolaan KHDTK Mungku Baru.
Penelitian ini memiliki beberapa implikasi. Analisis cadangan karbon berdasarkan NDVI menunjukkan bahwa teknologi penginderaan jauh dapat dimanfaatkan untuk mengestimasi stok karbon dengan akurasi dan efisiensi tinggi. Sementara itu, hasil analisis stakeholder menekankan pentingnya meningkatkan koordinasi antara lembaga pemerintah, akademisi, dan masyarakat dalam merumuskan kebijakan pengelolaan hutan. Selain itu, pembagian blok pengelolaan yang didasarkan pada kondisi ekologis dan sosial menawarkan pendekatan teknis yang dapat diterapkan kembali guna mengoptimalkan fungsi ekosistem hutan.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI