DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Peran Penyuluh Pertanian Lapangan dalam Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani di Kecamatan Landasan Ulin Kota Banjarbaru
PENGARANG:NURUL SYAWALIAH
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-07-22


NURUL SYAWALIAH. Peran Penyuluh Pertanian Lapangan dalam Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani di Kecamatan Landasan Ulin Kota Banjarbaru. Dibimbing oleh Luthfi

 

            Penelitian ini bertujuan menganalisis peran penyuluh pertanian lapangan dalam proses pemberdayaan kelompok wanita tani di Kecamatan Landasan Ulin, menganalisis pelaksanaan pemberdayaan kelompok wanita tani di Balai Penyuluhan Pertanian Landasan Ulin, menganalisis hubungan antara peran penyuluh pertanian lapangan dengan pelaksanaan pemberdayaan kelompok wanita tani di Kecamatan Landasan Ulin, menganalisis kendala-kendala yang dihadapi penyuluh pertanian lapangan dalam pelaksanaan pemberdayaan kelompok wanita tani di Kecamatan Landasan Ulin. Penelitian dilakukan di Kota Banjarbaru, Kecamatan Landasan Ulin, di Kelurahan Syamsudin Noor, Kelurahan Landasan Ulin Timur, Kelurahan Guntung Payung, Kelurahan Guntung Manggis, dan dilaksanakan pada bulan Januari sampai dengan bulan Maret 2025.

            Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran penyuluh pertanian lapangan dalam pemberdayaan kelompok wanita tani di Kecamatan Landasan Ulin tergolong sangat tinggi, khususnya dalam aspek penyadaran (88,28%), pengkapasitasan (88,50%), dan pendayaan (88,17%), serta tinggi dalam aspek evaluasi (82,44%). Pelaksanaan pemberdayaan kelompok wanita tani di Balai Penyuluhan Pertanian Landasan Ulin tergolong sangat tinggi pada aspek penyadaran (88,06%), pengkapasitasan (87,94%), dan pendayaan (88%), serta tinggi pada aspek evaluasi (80,94%). Terdapat hubungan yang cukup kuat antara peran penyuluh pertanian lapangan dan pelaksanaan pemberdayaan kelompok wanita tani di keempat aspek tersebut. Kendala-kendala yang dihadapi penyuluh pertanian lapangan dalam pelaksanaan pemberdayaan kelompok wanita tani, antara lain rendahnya pemahaman dan motivasi anggota terhadap peran kelompok, ketidaksesuaian materi pelatihan serta keterbatasan waktu, dominasi anggota senior dan minimnya fasilitas produksi, serta rendahnya partisipasi anggota dan belum adanya standar evaluasi pada aspek evaluasi.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI