DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Studi In Silico Antiinflamasi Senyawa Aktif Ekstrak Daun Ramania (Bouea macrophylla Griff) Terhadap Nuclear Factor Kappa B Activation Pathwa | |
| PENGARANG | : | OLFERD NATANAEL RAUW KAOSE | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-07-22 |
ABSTRAK Studi In Silico Antiinflamasi Senyawa Aktif Ekstrak Daun Ramania (Bouea macrophylla Griff) Terhadap Nuclear Factor Kappa B Activation Pathway Olferd Natanael Rauw Kaose, Irham Taufiqurrahman, Alexander Sitepu, Riky Hamdani, Isyana Erlita Latar Belakang: Peradangan kronis yang dimediasi jalur NF-κB berperan penting dalam berbagai penyakit degeneratif, sehingga pengembangan kandidat inhibitor dari sumber alam menjadi urgensi penelitian ini. Daun ramania (Bouea macrophylla Griff.) diketahui mengandung senyawa aktif yang berpotensi sebagai agen antiinflamasi. Tujuan: Menganalisis ikatan senyawa aktif ekstrak daun ramania (Bouea macrophylla Griff) terhadap aktivitas penghambatan NF-κB sebagai antiinflamasi melalui metode in sillico. Metode: Evaluasi dilakukan menggunakan Lipinski’s Rule of Five untuk drug-likeness, prediksi toksisitas (AMES, hepatotoksisitas, dan LOAEL), farmakokinetika (HIA, VDss, Caco-2 permeability, CYP2D6 inhibition, dan clearance), serta molecular docking untuk menilai afinitas ikatan senyawa aktif terhadap NF-κB. Hasil: Sebagian besar senyawa ekstrak daun ramania (Bouea macrophylla Griff.) memenuhi Lipinski’s Rule of Five, menunjukkan potensi drug-likeness dan bioavailabilitas oral yang baik. Uji toksisitas memprediksi semua senyawa non-mutagenik, meskipun Retinol Acetate dan ligan pembanding Artemin terdeteksi hepatotoksik. Analisis farmakokinetika menunjukkan penyerapan usus tinggi (>80%) dan tidak ada hambatan terhadap CYP2D6. Molecular docking mengungkapkan Retinol Acetate memiliki afinitas ikatan terbaik terhadap NF-κB (-6,2 kcal/mol), diikuti γ-Himachalene dan Caryophyllene. Kesimpulan: Senyawa ekstrak daun ramania berpotensi sebagai kandidat obat oral penghambat NF-κB, dengan Retinol Acetate paling poten namun terdeteksi hepatotoksik, sedangkan Oxiraneundecanoic acid menunjukkan profil keamanan terbaik. Validasi lebih lanjut melalui studi in vitro dan in vivo diperlukan untuk memastikan efektivitas dan keamanannya. Kata kunci : Antiinflamasi, In silico, molecular docking, NF-κB, ramania
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI