DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | PERBEDAAN KEKERASAN PERMUKAAN RESIN KOMPOSIT NANOHYBRID DENGAN PENAMBAHAN SERAT BEMBAN (Donax canniformis) 10%, 15% DAN 20% | |
| PENGARANG | : | NIDA SALSABELA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-07-22 |
Latar Belakang: Kekerasan permukaan berperan penting dalam ketahanan restorasi resin komposit. Penurunan kekerasan dapat meningkatkan risiko fraktur. Penambahan serat alami sebagai fiber reinforced composite (FRC) diketahui mampu meningkatkan sifat mekanik resin. Serat bemban (Donax canniformis), tanaman khas Kalimantan Selatan, mengandung selulosa dan lignin yang berpotensi memperkuat resin komposit. Tujuan: Mengetahui perbedaan kekerasan permukaan resin komposit nanohybrid dengan penambahan serat bemban 10%, 15%, dan 20% berat volume.. Metode: Penelitian eksperimental laboratorik dengan rancangan posttest-only design. Sampel terdiri dari lima kelompok, yaitu resin komposit tanpa serat (kontrol negatif), dengan serat bemban 10%, 15%, 20%, dan dengan serat sintetis polyethylene fiber (kontrol positif), masing-masing 3 sampel. Uji kekerasan dilakukan menggunakan metode Vickers. Data dianalisis dengan uji normalitas, homogenitas, One Way ANOVA, dan uji Post Hoc Bonferroni. Hasil: Terdapat perbedaan signifikan kekerasan antar kelompok. Penambahan serat bemban 15% memberikan nilai kekerasan tertinggi dibanding kelompok lainnya, sedangkan kelompok 20% menunjukkan penurunan nilai kekerasan.. Kesimpulan: Penambahan serat bemban berpengaruh terhadap kekerasan permukaan resin komposit nanohybrid paling optimal terdapat pada penambahan serat sebesar 15%.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI