DIGITAL LIBRARY



JUDUL:KEMASAMAN TANAH SAWAH PASANG SURUT DAN TADAH HUJAN DI WILAYAH SUB DAS MARTAPURA
PENGARANG:YUSWAR MAHENDRA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-07-22


  1. Sub-DAS Martapura mencakup sawah pasang surut dan sawah tadah hujan dengan tingkat pH tanah yang bervariasi, yang pada gilirannya memengaruhi produktivitas padi. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pH tanah di lima kedalaman tanah (0–20 cm, 20–40 cm, 40–60 cm, 60–80 cm, dan 80–100 cm) antara sawah pasang surut dan sawah tadah hujan. Sampel tanah dikumpulkan dari kedua jenis sawah dan dianalisis pH-nya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sawah pasang surut menunjukkan kisaran pH 4,25–5,44, dikategorikan sebagai masam hingga sangat asam, dengan pH terendah diamati pada kedalaman 20–40 cm. Sebaliknya, sawah tadah hujan memiliki kisaran pH 4,65–6,07, dari masam hingga mendekati netral, dengan pH meningkat pada kedalaman yang lebih besar. Analisis statistik (uji-t berpasangan) mengungkapkan perbedaan pH yang signifikan antar kedalaman di sawah pasang surut, sementara sawah tadah hujan menunjukkan variasi yang lebih sedikit. Keasaman tanah yang tinggi di lahan pasang surut dapat menyebabkan peningkatan kelarutan unsur-unsur toksik seperti Al³? dan Fe²?, yang berdampak buruk pada penyerapan hara dan pertumbuhan padi. Untuk mengatasi masalah ini, strategi ameliorasi tanah, termasuk pemberian kapur/dolomit (2–3 ton ha-1), pengelolaan air yang lebih baik, dan penambahan bahan organik direkomendasikan untuk meningkatkan pH dan kesuburan tanah, sehingga meningkatkan produktivitas padi.
Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI