DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | PERUBAHAN KIMIA TANAH SAWAH SULFAT MASAM AKIBAT PENGAPURAN, PEMUPUKAN NPK, DECANTER SOLID KELAPA SAWIT DAN PENGGENANGAN | |
| PENGARANG | : | RAIDHA SYAFITRI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-07-23 |
Tanah sulfat masam merupakan salah satu lahan suboptimal di Indonesia, yang mencakup 8,8 juta hektar. Tanah ini memiliki pH yang sangat rendah, kelarutan unsur beracun yang tinggi, dan ketersediaan unsur hara yang terbatas, yang kesemuanya membatasi produktivitas pertanian. Oleh karena itu, strategi pengelolaan tanah yang tepat, seperti penggunaan kombinasi pupuk anorganik dan organik, sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi perubahan sifat kimia tanah sulfat masam yang dibudidayakan sebagai lahan sawah setelah pemberian pupuk NPK dan blotong kelapa sawit. Percobaan dilakukan di rumah kaca menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor, yaitu dosis pupuk NPK dan solid decanter yang bervariasi, serta dua tinggi genangan air (0 cm dan 10 cm). Parameter yang diamati meliputi pH tanah, potensial redoks (Eh), C organik, dan Fe terlarut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa genangan air 10 cm yang dikombinasikan dengan aplikasi decanter solid secara signifikan meningkatkan pH tanah (hingga 6,58) dan menurunkan potensial redoks hingga -104 mV, yang mencerminkan kondisi tanah yang lebih reduktif dan mendukung kelarutan Fe. Kandungan C-organik tidak menunjukkan perubahan yang signifikan dalam jangka pendek. Temuan ini menunjukkan bahwa mengintegrasikan bahan organik dan praktik pengelolaan air dapat secara substansial meningkatkan sifat kimia tanah sulfat masam. Penggunaan limbah organik seperti decanter solid memiliki potensi yang menjanjikan untuk pengelolaan lahan marjinal yang berkelanjutan.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI