DIGITAL LIBRARY



JUDUL:KINERJA OMBUDSMAN REPUBLIK INDONESIA PERWAKILAN KALIMANTAN SELATAN DALAM MENANGANI LAPORAN MASYARAKAT (Studi Kasus Pada Keasistenan Penerimaan dan Verifikasi Laporan)
PENGARANG:YENNY RAHMI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-07-23


ABSTRAK

 

Yenny Rahmi, 2110411120006,2025. Kinerja Ombudsman  Republik Indonesia Perwakilan Kalimantan Selatan Dalam Menangani Laporan Masyarakat (Studi Kasus Pada Keasistenan Penerimaan dan Verifikasi Laporan). Dibawah Bimbingan  Erma Ariyani

Kinerja Ombudsman  Republik Indonesia Perwakilan Kalimantan Selatan dalam menangani laporan masyarakat, khususnya pada Keasistenan Penerimaan dan Verifikasi Laporan. Latar belakang penelitian ini dilandasi oleh masih lemahnya kualitas pelayanan publik di Kalimantan Selatan yang ditandai dengan banyaknya laporan masyarakat terkait maladministrasi, seperti penundaan berlarut, penyimpangan prosedur, dan kurangnya transparansi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1. Kinerja Ombudsman  Republik Indonesia Perwakilan Kalimantan Selatan dalam menangani laporan masyarakat pada Keasistenan penerimaan dan verifikasi laporan. 2. Faktor Penghambat Kinerja Ombudsman  Republik Indonesia Perwakilan Kalimantan selatan dalam menangani laporan masyarakat pada Keasistenan penerimaan dan verifikasi laporan.

Metode Penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif. Penelitian tersebut digunakan untuk menganalisis data yang diperoleh melalui observasi patisipasi aktif, wawancara bersama Kepala Keasistenan Penerimaan dan Verifikasi Laporan dan Keasistenan Penerimaan dan Verifikasi Laporan Ombudsman  Republik Indonesia Perwakilan Kalimantan Selatan, serta masyarakat sebagai Pelapor.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja Ombudsman  Republik Indonesia Perwakilan Kalimantan Selatan dalam Keasistenan Penerimaan dan Verifikasi Laporan telah berjalan baik berdasarkan indikator produktivitas, responsivitas, responsibilitas, akuntabilitas, dan kualitas layanan. Namun, ada faktor internal dan faktor eksternal yang menjadi penghambat Ombudsman  yaitu: 1. Kurangnya pemahaman masyarakat terhadap fungsi Ombudsman, 2. Kurangnya akses terhadap informasi dan sarana pelaporan, 3. Keterbatasan anggaran operasional, 4. Jumlah sumber daya manusia yang terbatas. Untuk mengatasi hal tersebut, Ombudsman  melakukan inovasi melalui program PVL On The Spot sebagai bentuk pelayanan jemput bola kepada masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun telah ada peningkatan kinerja, masih diperlukan dukungan anggaran pemerintah yang memadai guna memperluas cakupan layanan dan meningkatkan efektivitas penanganan laporan masyarakat.

 

Kata Kunci: Kinerja, Ombudsman, Laporan Masyarakat, Penerimaan dan Verifikasi, Pelayanan Publik.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI