DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Analisis Debit Air Di Daerah Tangkapan Air Karang Intan Hilir Sub-sub DAS Riam Kanan Kabupaten Banjar
PENGARANG:OCHA AGUNG BIMANTARA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-07-25


Daerah Aliran Sungai (DAS) adalah wilayah yang dikelilingi elevasi lebih tinggi tempat aliran air mengalir dari hulu ke hilir, sedangkan Daerah Tangkapan Air (DTA) berfungsi menangkap dan menampung air hujan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik biofisik, serta menganalisis debit air dan hubungan antara tinggi muka air dengan debit di DTA Karang Intan Hilir pada sub-sub DAS Riam Kanan. Penelitian ini menggunakan metode analisis Sistem Informasi Geografis (SIG) yang mencakup penilaian terhadap penutupan lahan, tingkat kekritisan lahan, dan kemiringan lereng, serta pengukuran debit air yang dilakukan dengan bantuan alat pelampung. Hasil analisis menunjukkan bahwa penggunaan lahan paling dominan adalah pertanian lahan kering campuran, dengan proporsi sebesar 55,83%. Sebagian besar wilayah tergolong dalam kategori lahan dengan potensi kritis sebesar 44,55%. Sementara itu, kemiringan lereng mayoritas berada pada kelas datar hingga landai, dengan persentase mencapai 58,93%. Hasil pengukuran debit air menunjukkan bahwa di bagian hulu, rata-rata debit mencapai 43,26 m³ per detik dengan tinggi muka air sebesar 0,59 meter. Di bagian tengah, rata-rata debit tercatat sebesar 51,06 m³ per detik dengan tinggi muka air 0,72 meter. Sementara itu, di bagian hilir, rata-rata debit air adalah 62,45 m³ per detik dengan tinggi muka air 0,97 meter. Hubungan antara tinggi muka air dan debit air sangat kuat, dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,9868 di bagian hulu, 0,9962 di bagian tengah, dan 0,9987 di bagian hilir.

A River Basin (DAS) is an area surrounded by higher elevations where water flows from upstream to downstream, while a Water Catchment Area (DTA) functions to capture and store rainwater. This study aims to identify biophysical characteristics, as well as analyze water discharge and the relationship between water level and discharge in the Karang Intan Hilir watershed in the Riam Kanan sub-watershed. This study uses a Geographic Information System (GIS) analysis method that includes an assessment of land cover, land criticality level, and slope gradient, as well as water discharge measurements carried out with the help of a float. The results of the analysis show that the most dominant land use is mixed dry land agriculture, with a proportion of 55.83%. Most of the area is classified as land with critical potential of 44.55%. Meanwhile, the slope gradient is mostly in the flat to gentle class, with a percentage reaching 58.93%. The results of water discharge measurements show that in the upstream section, the average discharge reaches 43.26 m³/sec with a water level of 0.59 meters. In the middle section, the average discharge is recorded at 51.06 m³/sec with a water level of 0.72 meters. Meanwhile, in the downstream section, the average water discharge is 62.45 m³/sec with a water level of 0.97 meters. The relationship between water level and water discharge is very strong, with a correlation coefficient value of 0.9868 in the upstream section, 0.9962 in the middle section, and 0.9987 in the downstream section.


Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI