DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | KEHIDUPAN EKONOMI BURUH PEMETIK KELAPA SAWIT DI DESA LOMBOK, KECAMATAN LONG IKIS , KABUPATEN PASER, TAHUN 2009-2022 | |
| PENGARANG | : | AHMAD SYARWANI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-07-25 |
Ahmad Syarwani, Kehidupan ekonomi buruh pemetik kelapa sawit di Desa Lombok, Kecamatan Long ikis, Kabupaten Paser tahun 2009-2022 (Pembimbing Utama Mansyur, S.Pd, M.Hum, Pendamping Wisnu Subroto, S.S, M.A, 2024).
Keberadaan buruh pemetik kelapa sawit sebagai mata pencaharian sektor pertanian di kawasan perkebunan sawit di Desa Lombok, Kecamatan Long Ikis, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur. Buruh pemetik kelapa sawit di Desa Lombok pada tahun 2009-2015 umumnya bekerja sebagai Karyawan Pemetik Kelapa Sawit pada PTPN XIII. Kemudian pada tahun 2016-an sebagian buruh pemetik kelapa sawit beralih profesi menjadi buruh pemetik kelapa sawit milik masyarakat serta pemilik perkebunan kelapa sawit. tujuan penelitian yang ingin dicapai untuk mendeskripsikan profil serta kehidupan ekonomi buruh pemetik kelapa sawit Desa Lombok Kecamatan Long Ikis, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur tahun 2009-2022.
Dalam penyusunanskiripsi ini, penulis menggunakan metode sejarah. Metode ini terdiri atas tahapan - tahapan yaitu pengumpulan atau pencarian data-data, termasuk diantaranya ialah Heuristik, wawancara, kritik, interpertasi, Historigrafi, observasi, dan kajian sumber berupa data-data.
Penelitian menunjukkan,Penduduk desa lombok yang bekerja sebagai buruh pemetik kelapa sawit, baik milik perusahaan besar seperti PTPN XIII maupun milik masyarakat. Terdapat beberapa tantangan yang dihadapi oleh masyarakat buruh pemetik kelapa sawit desa Lombok, antara lain pembagian upah dan penghasilan terkait aspek produksi. Pemenuhan kebutuhan pokok atau primer meliputi pekerjaan sampingan selain buruh. serta pemenuhan konsumsi seperti arisan sebagai sarana tabungan, Kebutuhan pangan, Kebutuhan sandang (pakaian), kebutuhan rumah dan fasilitasnya, pendidikan, serta kesehatan. Salain itu, strategi buruh dalam mengatasi masalah ekonomi dapat dilakukan melalui strategi aktif atau optimalisasi sumber daya manusia, strategi pasif atau penekanan/pengetatan pengeluaran, dan pemanfaatan jaringan atau relasi.
Kesimpulan penelitian ini adanya perbedaan status buruh pemetik kelapa sawit di Desa Lombok antara periode 2009-2015 dan periode 2016-2022. Pada periode 2009-2015, kehidupan ekonomi buruh pemetik kelapa sawit sangat bergantung pada status industri kelapa sawit, yaitu PTPN XIII. Selanjutnya, pada periode 2016-2022, buruh pemetik kelapa sawit mempunyai strategi ekonomi yang berbeda.
Kata kunci: ekonomi, buruh pemetik Kelapa Sawit.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI