DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Perkembangan Morfologi Bunga Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) . Hiyung pada Lahan Rawa Lebak Kalimantan Selatan
PENGARANG:ZULFA TRINANDA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-07-28


Cabai Hiyung (Capsicum frutescens L.) merupakan varietas lokal yang berasal dari Kalimantan Selatan, Indonesia, dan dikenal sebagai cabai terpedas di negara ini. Namun, tingkat kepedasan yang tinggi tersebut hanya optimal jika dibudidayakan di lahan rawa lebak Desa Hiyung. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati perkembangan morfologi bunga cabai Hiyung sejak awal pembentukan kuncup hingga tahap inisiasi buah pada kondisi lingkungan khas lahan rawa. Penelitian dilakukan dengan pendekatan deskriptif-eksploratif dari bulan September hingga November 2024 di Desa Hiyung, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan. Sampel bunga dikumpulkan setiap hari mulai pada 83 hari setelah tanam (HST) dan diamati hingga hari ke-25. Hasil penelitian mengidentifikasi lima fase utama perkembangan bunga: pra-anthesis (hari ke-1 hingga 9), awal anthesis (hari ke-10 hingga 14), puncak anthesis (hari ke-15 hingga 19), pasca-anthesis (hari ke-20 hingga 22), dan senesensi (hari ke-23 hingga 25), dengan panjang tangkai bunga meningkat secara bertahap dari 2,0 mm hingga 23,1 mm. Morfologi bunga, viabilitas serbuk sari, dan pembentukan buah sangat dipengaruhi oleh kondisi rawa setempat seperti pH tanah yang rendah, kelembapan tinggi, genangan musiman, dan suhu yang tinggi. Penurunan jumlah bunga setelah minggu ke-3 menunjukkan adanya stres fisiologis akibat kondisi yang kurang optimal. Temuan ini mendukung hipotesis bahwa karakteristik khas cabai Hiyung sangat erat kaitannya dengan kekhususan agroekologi lahan rawa lebak Hiyung.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI