DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | AKSESIBILITAS RUANG TERBUKA PUBLIK BAGI PENYANDANG DISABILITAS NETRA DI DAERAH LOKTABAT UTARA, KECAMATAN BANJARBARU UTARA KOTA BANJARBARU, KALIMANTAN SELATAN. | |
| PENGARANG | : | MARISKA ANGGRAINI ZAITUN | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-07-30 |
Aksesibilitas diperlukan agar ruang terbuka publik menjadi tempat yang aman dan nyaman untuk dinikmati setiap individu yang mengaksesnya. Daerah loktabat utara khususnya pada Jl. Gotong Royong berdiri sebuah yayasan yang menaungi penyandang disabilitas netra. Selain itu, kawasan tersebut merupakan tempat tinggal dan tempat beraktivitas penyandang disabilitas netra seperti, bermobilitas, berjualan, bersosialisasi, serta melakukan kegiatan keagamaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kondisi aksesibilitas ruang terbuka publik di daerah loktabat utara bagi penyandang disabilitas netra, mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam mengakses aksesibilitas di ruang terbuka publik, serta mengetahui infrastruktur yang dirancang Dinas PUPR untuk mendukung aksesibilitas tersebut.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data yaitu Ketua Yayasan Keseja teraan Tunanetra Nusantara dan Dinas PUPR dengan bagian bidang Bina Marga dan Tata Ruang. Teknik pengumpulan data dengan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Keabsahan data pada penelitian ini menggunakan triangulasi teknik. Teknik analisis data terdiri dari reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) kondisi aksesibilitas di daerah Loktabat Utara masih terbatas, terutama pada jalur pendestrian yang belum merata, guiding block yang kurang aman, ram dan tangga tidak tersedia di taman, toilet dan area parkir disabilitas yang tidak tersedia, serta rambu/signage yang belum lengkap. (2) kendala yang dihadapi disabilitas netra dalam mengakses aksesibilitas di ruang terbuka publik yaitu jalur pendestrian yang tidak merata dan terhalang aktivitas non-pejalan kaki, guiding block yang terganggu oleh bollard berbentuk L yang mengganggu navigasi, tidak tersedia ram dan tangga yang sesuai standar di pintu masuk taman, fasilitas toilet yang tidak aksesibel meliputi lebar toilet, pintu, dan perlengkapan, tidak adanya kawasan parkir khusus penyandang disabilitas yang berpotensi menyebabkan eksklusi sosial, dan minimnya aksesibel rambu atau signage seperti huruf braille atau panduan audio di taman dan lapangan. (3) Dinas PUPR telah melakukan pembangunan infrastruktur yang lebih ramah disabilitas seperti pembangunan jalur pendestrian yang di lengkapi ram dan guiding block. Namun pembangunannya belum merata di seluruh lokasi dan belum melibatkan penyandang disabilitas netra dalam perencanaan dan uji cobanya.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI