DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | KARAKTERISASI MINERAL MAGNETIK DAN LOGAM BERAT PADA KAWASAN INDUSTRI BASIRIH KOTA BANJARMASIN KALIMANTAN SELATAN | |
| PENGARANG | : | Ikbal Setiawan | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-07-30 |
Abstrak
Intensitas kegiatan industri, operasional pelabuhan, serta kepadatan lalu lintas kendaraan di Basirih berpotensi meningkatkan tekanan lingkungan, khususnya terhadap kualitas tanah. Oleh karena itu, penelitian mengenai konsentrasi logam berat dan suseptibilitas magnetik di kawasan ini menjadi sangat relevan untuk memantau dampak lingkungan dari aktivitas industri tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui nilai suseptibilitas magnetik dan kandungan logam berat sampel tanah serta untuk mengetahui hubungan antara nilai suseptibilitas magnetik dengan logam berat yang terkandung pada tanah di Kawasan Industri Basirih kota Banjarmasin. Nilai suseptibilitas magnetik dapat diketahui dengan menggunakan instrumen Bartington MS2B dualfrekuensi antara 470 Hz sampai 4700 Hz. Metode XRF adalah metode analisis untuk menentukan jenis material pada batuan, tanah, atau sedimen. Korelasi Pearson dapat digunakan untuk menentukan hubungan antara nilai suseptibilitas dan kandungan logam. Hasil penelitian nilai suseptibilitas magnetik rata-rata terendah yang terkandung dalam tanah kawasan industri di Kota Banjarmasin yakni 433,96 x 10-8m3/kg pada lokasi 3, sedangkan nilai suseptibilitas magnetik rata-rata tertinggi yakni sebesar 1101,62 x 10-8m3/kg pada lokasi 2. Hasil penelitian kandungan logam berat yang terdapat di dalam tanah pada kawasan industri di Kota Banjarmasin dalam yakni, Ti (12.407 – 19.055); V (754 – 822); Cr (5.088 – 7.774); Mn (3.500 – 5.390); Fe (333.500 – 367.500); Ni (4.420 – 9.567); Cu (2.210 – 2.640); Zn (2.610 – 9.570); Pb (4.600 – 25.000); Eu (3.000 – 4.450); Yb (550 – 700); Re (2.312,5 – 3.114,3); dan As (160) dalam satuan ppm. Logam berat yang teridentifikasi terbagi menjadi esensial (Fe, Mn, Ni, Cu, Zn, Cr) dan non-esensial (Ti, V, Pb, As, Eu, Yb, Re). Sebagian besar logam ini, yaitu Ti, V, Cr, Mn, Fe, Ni, Cu, Zn, Pb, dan As, telah melampaui ambang batas di kawasan industri Kota Banjarmasin. Nilai koefisien korelasi bervariasi untuk setiap lokasinya. Nilai koefisien korelasi yang bernilai positif menandakan nilai suseptibilitas magnetik cenderung meningkat seiring dengan meningkatnya konsentrasi logam berat dan begitupula sebaliknya.
Abstract
The intense industrial activities, port operations, and high traffic density in Basirih potentially increase environmental stress, particularly on soil quality. Therefore, research on heavy metal concentrations and magnetic susceptibility in this area is highly relevant for monitoring the environmental impact of these industrial activities. This study aims to determine the values of magnetic susceptibility and heavy metal content in soil samples, as well as to identify the relationship between magnetic susceptibility values and heavy metals in the soil of the Basirih Industrial Area, Banjarmasin City. Magnetic susceptibility values were measured using a Bartington MS2B dual-frequency instrument (470 Hz to 4700 Hz). X-ray Fluorescence (XRF) method was employed for material analysis to determine the types of elements in rock, soil, or sediment. Pearson correlation was used to determine the relationship between magnetic susceptibility values and metal content.The research results show that the lowest average magnetic susceptibility value in the industrial area soil of Banjarmasin City was 433.96 x 10?? m³/kg at location 3, while the highest average magnetic susceptibility value was 1101.62 x 10?? m³/kg at location 2. The heavy metal contents found in the soil of the Basirih industrial area in Banjarmasin City are: Ti (12,407 – 19,055); V (754 – 822); Cr (5,088 – 7,774); Mn (3,500 – 5,390); Fe (333,500 – 367,500); Ni (4,420 – 9,567); Cu (2,210 – 2,640); Zn (2,610 – 9,570); Pb (4,600 – 25,000); Eu (3,000 – 4,450); Yb (550 – 700); Re (2,312.5 – 3,114.3); and As (160), all in ppm. The identified heavy metals are categorized into essential (Fe, Mn, Ni, Cu, Zn, Cr) and non-essential (Ti, V, Pb, As, Eu, Yb, Re) elements. The majority of these metals, namely Ti, V, Cr, Mn, Fe, Ni, Cu, Zn, Pb, and As, have exceeded the threshold limits in the industrial area of Banjarmasin City. The correlation coefficient values varied for each location. A positive correlation coefficient indicates that magnetic susceptibility values tend to increase with increasing heavy metal concentrations, and vice versa.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI