DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | PERAN TARI WADIAN DADAS DAYAK MA'ANYAN PADA RITUAL NGALAP AMIRUE DI DESA WARUKIN KABUPATEN TABALONG KALIMANTAN SELATAN DALAM EDUKASI MASYARAKAT | |
| PENGARANG | : | BUDI ANUGRAH SAKTI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-08-01 |
Kata Kunci: Ngalap Amirue, Wadian Dadas, Etnomedicin.
Kalimantan Selatan kerap diasosiasikan hanya dengan etnis Banjar, sehingga etnis lain seperti Dayak Ma’anyan sering terlupakan. Penelitian ini bertujuan mengenalkan budaya Dayak Ma’anyan, khususnya peran Tari Wadian Dadas dalam ritual Ngalap Amirue di Desa Warukin, Kabupaten Tabalong. Metode yang digunakan adalah kualitatif, dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta analisis melalui reduksi data, penyajian, dan penarikankesimpulan. Ritual Ngalap Amirue merupakan praktik penyembuhan tradisional. "Ngalap" berarti menjemput dan "Amirue" adalah roh yang tersesat. Dengan demikian, ritual ini bermakna menjemput roh seseorang yang hilang arah. Dalam pelaksanaannya, terdapat sesajen serta pertunjukan Tari Wadian Dadas, yang menjadi media pengobatan melalui mantra, tarian, dan musik. Tari ini tidak hanya berfungsi secara spiritual, tetapi juga mengandung nilai pendidikan budaya, seperti simbol kepercayaan, struktur sosial, hingga bahasa. Dalam konteks kesehatan, tari ini termasuk bentuk etnomedisin, yaitu metode penyembuhan yang mencakup aspek fisik, mental, dan spiritual masyarakat Dayak Ma’anyan.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI