DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | PENGARUH CURAH HUJAN TERHADAP KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN DI KABUPATEN BANJAR KALIMANTAN SELATAN | |
| PENGARANG | : | MUH FADHIL HASANUDIN | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-08-01 |
Muh Fadhil Hasanudin, 2024, NIM 2010416310018, Pengaruh Curah Hujan Terhadap Kebakaran Hutan dan Lahan di Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan Pembimbing Muhammad Efendi, M.Pd.
Indonesia memiliki dua musim utama, yaitu musim hujan dan musim kemarau, yang mempengaruhi risiko kebakaran hutan dan lahan. Curah hujan merupakan parameter penting untuk mengidentifikasi musim dan memprediksi potensi kebakaran, dengan curah hujan rendah (<100 mm) meningkatkan risiko kebakaran. Di Kalimantan Selatan, khususnya Kabupaten Banjar, jumlah titik panas yang terdeteksi dari citra satelit menunjukkan korelasi signifikan antara rendahnya curah hujan dan peningkatan kejadian kebakaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran titik panas dan pengaruh curah hujan terhadap kebakaran di Kabupaten Banjar.
Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan menggunakan data sekunder dari CHIRPS untuk curah hujan dan dari Sipongi untuk data titik panas karhutla dari tahun 2019 hingga 2023. Analisis dilakukan menggunakan perangkat lunak ArcGIS untuk mengetahui sebaran titik panas dan hubungan antara curah hujan dan karhutla.
Hasil analisis Average Nearest Neighbor (ANN) menunjukkan variasi pola sebaran titik panas di Kabupaten Banjar selama 2019-2023. Pada 2019, banyak kecamatan menunjukkan pola berkerumun, sementara pada 2020 dan 2021 pola ini tetap ada meskipun jumlah titik panas menurun drastis. Pada 2022, sebaran titik panas menjadi lebih acak karena curah hujan tinggi, namun pada 2023, pola berkerumun kembali dengan peningkatan signifikan di kabupaten Banjar. Pola curah hujan di Kabupaten Banjar berpengaruh terhadap titik panas, dengan korelasi negatif sebesar -0,571, menunjukkan hubungan terbalik antara curah hujan dan jumlah titik panas. Uji regresi menunjukkan curah hujan menjelaskan 32,6% variasi jumlah titik panas, sementara sisanya dipengaruhi faktor lain.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI