DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | KEMAMPUAN TEKNIK DASAR FOREHAND DAN BACKHAND PADA PEMAIN BAVETI BANJARBARU | |
| PENGARANG | : | SELMA ALIFAH ANGGRAENI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-08-06 |
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pemahaman teknik dasar dalam olahraga tenis lapangan, terutama pukulan forehand dan backhand yang menjadi fondasi utama dalam permainan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan teknik dasar forehand dan backhand pada anggota Barisan Atlet Veteran Tenis Indonesia (BAVETI) di Lapangan Idaman, Kota Banjarbaru. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, dengan instrumen berupa Tes Prestasi Hewitt yang dirancang untuk mengukur ketepatan pukulan forehand dan backhand. Subjek dalam penelitian ini adalah 18 orang anggota aktif BAVETI, yang dipilih secara purposive sampling dari total populasi 25 orang berdasarkan kriteria usia di atas 50 tahun dan masih aktif berlatih serta bertanding. Objek penelitian adalah kemampuan teknik dasar forehand dan backhand yang dimiliki para atlet veteran tersebut. Data primer diperoleh langsung melalui pelaksanaan tes pukulan. Data sekunder berasal dari literatur terdahulu, wawancara dengan ketua BAVETI, dan dokumen klub terkait aktivitas rutin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan forehand dikategorikan sebagai berikut: 0% sangat kurang, 33% kurang, 39% sedang, 22% baik, dan 6% baik sekali. Untuk kemampuan backhand, 6% sangat kurang, 22% kurang, 33% sedang, 39% baik, dan 0% baik sekali. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa hasil kemampuan teknik dasar forehand dan backhand pada BAVETIdi kota banjarbaru masih bervariasi, dengan kecenderungan berada di tingkat sedang hingga baik. Namun, nilai rata-rata dan distribusi kategori menunjukkan bahwa kemampuan forehand cenderung lebih lemah dibandingkan backhand, baik dari segi rata-rata nilai maupun distribusi kategori. Penelitian ini memberikan pemahaman tentang sejauh mana kemampuan teknik dasar forehand dan backhand dikuasai oleh para pemain veteran. Dengan demikian, pemain dapat memperoleh umpan balik objektif terhadap performa mereka, dan memiliki motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan meskipun berada dalam kelompok usia lanjut. Memberikan implikasi positif bagi pelatih dan organisasi olahraga veteran sebagai dasar evaluasi dan pengembangan program pelatihan. Selain itu, hasil ini juga dapat memperkuat literatur keolahragaan, khususnya pada pengembangan teknik dasar tenis untuk kelompok usia veteran yang selama ini masih jarang diteliti. Serta membuka peluang bagi penelitian lanjutan tentang korelasi usia, frekuensi latihan, dan efisiensi teknik dalam permainan tenis lapangan. Hal ini juga dapat menginspirasi masyarakat dan generasi muda untuk terus aktif berolahraga.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI