DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN KASTURI (Mangifera casturi) KONSENTRASI 20% 40% 60% 80% TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Enterococcus faecalis | |
| PENGARANG | : | SEFFINA AMILUSSHALIHA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-08-06 |
Latar Belakang: Menurut laporan Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin tahun 2023, penyakit pulpa dan jaringan periapikal menempati urutan ketiga dari sepuluh jumlah kasus penyakit tertinggi. Salah satu metode penanganan infeksi pada jaringan pulpa adalah perawatan saluran akar (PSA). Namun, keberhasilan prosedur ini sering terkendala oleh infeksi Enterococcus faecalis, bakteri yang diketahui terlibat dalam 63% kasus kegagalan PSA. Bakteri ini mampu bertahan dalam kondisi nutrisi yang sangat minim dan berpotensi menyebabkan infeksi berulang. Meskipun natrium hipoklorit (NaOCl) 2,5% efektif membunuh E. faecalis, penggunaannya memiliki keterbatasan seperti rasa yang tidak nyaman, risiko alergi dan kerusakan jaringan. Oleh karena itu, dibutuhkan alternatif seperti ekstrak daun kasturi (Mangifera casturi), tanaman endemik Kalimantan Selatan, yang mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, fenol, alkaloid, triterpenoid, saponin, dan tanin yang diketahui memiliki potensi sebagai antibakteri. Tujuan: Mengukur aktivitas antibakteri ekstrak daun kasturi (Mangifera casturi) konsentrasi 20%, 40%, 60%, 80% terhadap pertumbuhan bakteri Enterococcus faecalis. Metode: True Experimental dengan rancangan post-test only with control group. Terdiri atas enam kelompok perlakuan, yaitu ekstrak daun kasturi dengan konsentrasi 20%, 40%, 60%, dan 80%, serta dua kelompok kontrol, yaitu kontrol positif berupa natrium hipoklorit 2,5% dan kontrol negatif berupa aquadest, dengan masing-masing kelompok terdiri dari empat sampel. Uji aktivitas antibakteri dilakukan menggunakan metode dilusi cair untuk menentukan konsentrasi hambat minimum (KHM) dan metode dilusi padat untuk menentukan konsentrasi bunuh minimum (KBM). Hasil: Analisis data KHM menggunakan uji One Way ANOVA yang dilanjutkan dengan uji Post-Hoc Games-Howell dan menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antar kelompok perlakuan. Sementara itu, analisis data KBM menggunakan uji Kruskal-Wallis yang dilanjutkan dengan uji lanjutan Mann-Whitney menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok mulai dari konsentrasi 60% dan kelompok kontrol positif. Kesimpulan: Ekstrak daun Kasturi (Mangifera casturi) memiliki aktivitas antibakteri terhadap pertumbuhan bakteri Enterococcus faecalis berdasarkan nilai KHM pada konsentrasi 20% dan KBM pada konsentrasi 60%.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI