DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | GAMBARAN NILAI PENGUKURAN POSISI INSISIF MANDIBULA SUKU BANJAR DENGAN RADIOGRAF SEFALOMETRI LATERAL (Tinjauan pada Siswa SMAN 12 Banjarmasin) | |
| PENGARANG | : | NOR HELMA WARNI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-08-06 |
GAMBARAN NILAI PENGUKURAN POSISI INSISIF MANDIBULA SUKU BANJAR DENGAN RADIOGRAF SEFALOMETRI LATERAL (Tinjauan pada Siswa SMAN 12 Banjarmasin)
Nor Helma Warni, Didit Aspriyanto, Agung Satria Wardhana, Isyana Erlita, Ika Kusuma Wardani
Latar belakang: Penampilan menjadi salah satu hal terpenting bagi setiap orang di era modern ini. Penampilan bisa memberikan pengaruh pada efek psikologis dan sosial pada setiap kepribadian manusia. Penampilan pada wajah juga dipengaruhi oleh kondisi gigi dan rahang. Ketidakharmonisan relasi gigi dan rahang atau yang dikenal dengan maloklusi akan menyebabkan penurunan penampilan seseorang. Salah satu hal yang sering menjadi permasalahan maloklusi adalah gigi anterior. Posisi dan kemiringan gigi anterior ini harus menguntungkan untuk memastikan keharmonisan wajah yang maksimal. Usaha yang biasa dilakukan untuk mendapatkan keharmonisan wajah yang maksimal salah satunya melakukan perawatan ortodonti. Untuk mendukung perawatan tersebut, perlu dilakukan rontgen salah satunya teknik sefalometri dengan analisis Steiner. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai pengukuran posisi insisif mandibula siswa SMAN 12 Banjarmasin yang berasal dari etnis Banjar ditinjau dari radiografi sefalometri lateral dengan menggunakan analisis Steiner. Metode: Pengukuran sefalometri dilakukan dengan menggunakan metode analisis Steiner pada landmark gigi; L1-NB. Analisis data dilakukan dengan metode statistik deskriptif. Sampel dalam penelitian ini merupakan data sekunder penelitian terdahulu dan mengambil siswa SMAN 12 Banjarmasin suku Banjar murni yang ditandai dengan minimal dua generasi (ayah, ibu, kakek, dan nenek) yang tidak pernah atau tidak sedang melakukan perwatan orthodonti dan telah bersedia menjadi subjek dalam penelitian. Hasil: Nilai rata-rata pengukuran jarak L1-NB sebesar 7.18±2.31 mm dan nilai pengukuran inklinasi L1-NB sebesar 30.22?±6.16?. Kesimpulan: Nilai rata-rata posisi insisif mandibula pada siswa SMAN 12 Banjarmasin tergolong protrusi, dan rata-rata inklinasi nya juga termasuk dalam golongan proklinasi.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI