DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | EVALUASI METODE TIGA PANJANG GELOMBANG INTERVAL DUA PULUH NANOMETER PADA PENGUKURAN ANTIOKSIDAN MINYAK ATSIRI DAUN LIMAU KUIT MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETER UV-VIS | |
| PENGARANG | : | MUHAMMAD ARMANSYAH | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-08-06 |
Daun limau kuit (Citrus amblycarpa (Hassk) Oshce) diketahui memiliki aktivitas antioksidan yang cukup tinggi, namun aktivitas antioksidan dari minyak atsirinya belum banyak dilaporkan. Pengukuran aktivitas antioksidan pada sampel kompleks seperti minyak atsiri dapat terganggu dari segi akurasi, sehingga diperlukan pendekatan metode yang lebih tepat untuk memastikan akurasi hasil analisis. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan ialah pengukuran dengan 3 panjang gelombang (3λ) dengan interval 20 nm. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas hasil pengukuran aktivitas antioksidan minyak atsiri daun limau kuit dengan metode 3λ dan 1λ menggunakan spektrofotometer UV-Vis berbasis reaksi DPPH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas antioksidan (IC??) asam galat, asam askorbat, dan minyak atsiri pada metode 1λ berturut-turut sebesar 92,782 µg/mL; 59,236 µg/mL; dan 27045,710 µg/mL, dengan koefisien determinasi (R2) masing-masing > 0,9. Sementara itu, pada metode 3λ, aktivitas antioksidan berturut-turut sebesar 28,401 µg/mL; 29,194 µg/mL; dan 424,823 µg/mL, dengan koefisien determinasi < 0,75. Beberapa persen inhibisi pada metode 3λ bernilai negatif, hal ini menandakan adanya ketidaksesuaian model regresi. Linearitas asam galat dan asam askorbat pada metode 3λ menunjukkan nilai R² yang tidak konsisten, sedangkan minyaka tsiri daun limau kuit menunjukkan linearitas dengan R² > 0,9. Secara keseluruhan, metode 3λ dengan interval 20 nm tidak memiliki efektivitas yang lebih unggul dibandingkan dengan metode 1λ dalam pengukuran aktivitas antioksidan.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI