DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | HUBUNGAN PATRON-KLIEN ANTARA SUPPLIER PAKAN DAN BENIH IKAN DENGAN PEMBUDIDAYA IKAN PATIN SKALA KECIL DI KABUPATEN BANJAR, PROVINSI KALIMANTAN SELATAN | |
| PENGARANG | : | ANI SUPIA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-08-07 |
Ani Supia. 2025. Hubungan Patron-Klien antara Supplier Pakan dan Benih Ikan dengan Pembudidaya Ikan Patin Skala Kecil di Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan. Pembimbing: (1) Prof. Dr. LEILA ARIYANI SOFIA, S.Pi., M.P. (2) Dr. Hj. IRMA FEBRIANTY, S.Pi., M.P.
Kata Kunci: Supplier, Konsumen, Pakan, Benih Ikan Patin, Banjar
Peran hubungan antara supplier dan pembudidaya dalam keberhasilan usaha budidaya ikan patin, maka perlu dilakukan kajian mendalam mengenai hubungan patron-klien yang terbentuk dalam sistem ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor sosial ekonomi dalam hubungan patron-klien, menganalisis bentuk hubungan patron-klien yang terjadi, serta menganalisis persepsi pembudidaya terhadap hubungan patron-klien.Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Martapura dan Martapura Barat Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan secara kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologi yaitu mengidentifikasi faktor sosial ekonomi, menganalisis bentuk hubungan patron-klien, dan memahami persepsi pembudidaya terhadap hubungan tersebut. Hubungan patron-klien antara supplier pakan dan pembudidaya ikan patin skala kecil di Kecamatan Martapura dan Martapura Barat terbentuk dan dipertahankan oleh faktor sosial seperti Pendidikan, pengalaman dan akses informasi serta faktor ekonomi seperti modal, harga pakan dan benih, serta kondisi pasar, khususnya ketergantungan terhadap akses modal dan kebutuhan pakan secara kredit sebagai factor utama. Hubungan ini berkembang dalam dua bentuk utama, yaitu hubungan tanpa jaminan yang bersifat informal dan berbasis kepercayaan, serta hubungan dengan jaminan yang lebih legalistik dan diterapkan pada pembudidaya baru atau berisiko tinggi. Meskipun memiliki potensi ketimpangan, para pembudidaya memandang hubungan patron-klien secara positif sebagai bentuk kerja sama saling menguntungkan yang tidak hanya memberikan akses terhadap input produksi dan pemasaran hasil panen, tetapi juga menciptakan rasa aman, solidaritas sosial, dan dukungan teknis yang esensial bagi keberlangsungan usaha budidaya ikan patin.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI