DIGITAL LIBRARY



JUDUL:PENGARUH KARAKTERISTIK NELAYAN TERHADAP KEPUTUSAN MENGIKUTI BPJS KETENAGAKERJAAN BUKAN PENERIMA UPAH (BPU) DI DESA MASTA KECAMATAN BAKARANGAN KABUPATEN TAPIN PROVINSI KALIMANTAN SELATAN
PENGARANG:RENDRA FAHLOVIE
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-08-07


ABSTRAK

Rendra Fahlovie. 2025. Pengaruh Karakteristik Nelayan terhadap Keputusan Mengikuti BPJS Ketenagakerjaan Bukan Penerima Upah (BPU) di Desa Masta Kecamatan Bakarangan Kabupaten Tapin Provinsi Kalimantan Selatan. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Hj. EMMY LILIMANTIK, S.Pi., M.P. (2) Dr. Hj. IRMA FEBRIANTY, S.Pi., M.P.

Katakunci : Nelayan, Persepsi, BJPS ketenagakerjaan, BPU, Tapin

Kesejahteraan nelayan sebagai bagian dari sektor informal di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan struktural dan social. Pekerjaan nelayan di Kabupaten Tapin khususnya di Desa Masta Kecamatan Bakarangan memiliki risiko tinggi, sehingga perlindungan sosial sangat penting. Program BPJS ketenagakerjaan untuk nelayan Bukan Penerima Upah (BPU) dirancang untuk memberikan jaminan sosial bagi nelayan. Penelitian bertujuan untuk menganalisis pengaruh karakteristik nelayan (meliputi usia, tingkat pendidikan, pengalaman menangkap ikan, dan jumlah tanggungan keluarga) dan menganalisis persepsi nelayan terhadap manfaat dan risiko pekerjaan sebagai nelayan terhadap keputusan untuk mengikuti BPJS Ketenagakerjaan Bukan Penerima Upah (BPU). Penelitian dilaksanakan di Desa Masta Kecamatan Bakarangan Kabupaten Tapin Provinsi Kalimantan Selatan. Responden diambil secara sensus di Desa Masta Kecamatan Bakarangan pada 4 (empat) Kelompok Usaha Bersama (KUB) penangkap ikan atau nelayan, dengan jumlah keseluruhan 52 orang anggota atau responden, dengan rincian sebanyak 39 responden mengikuti BPJS Ketenagakerjaan dan 13 responden tidak mengikuti BPJS Ketenagakerjaan. Model regresi logistik biner digunakan untuk menganalisis hubungan antara satu variabel respon dan beberapa variabel prediktor, dengan variabel responnya berupa data kualitatif dikotomi yaitu bernilai 1 untuk menyatakan keberadaan sebuah karakteristik dan bernilai 0 untuk menyatakan ketidakberadaan sebuah karakteristik. Analisis data terkait persepsi nelayan terhadap Program BPJS Ketenagakerjaan Bukan Penerima Upah (BPU), digunakan teknik analisis deskriptif dengan skala Likert. Karakteristik nelayan yang secara signifikan memengaruhi keputusan untuk mengikuti BPJS Ketenagakerjaan Bukan Penerima Upah (BPU) adalah usia dan tingkat pendidikan. Semakin tua usia nelayan, semakin besar kecenderungannya mengikuti program, dengan mayoritas responden berusia 55–66 tahun. Tingkat pendidikan menunjukkan pengaruh sebaliknya, di mana nelayan dengan pendidikan dasar lebih banyak yang mengikuti program, sedangkan partisipasi menurun pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Pengalaman melaut dan jumlah tanggungan keluarga tidak berpengaruh signifikan secara statistik, meskipun ada kecenderungan nelayan dengan pengalaman panjang dan tanggungan 3–4 orang lebih banyak mengikuti program. Persepsi nelayan terhadap program BPJS Ketenagakerjaan tergolong tinggi, ditunjukkan oleh skor total persepsi yang berada pada kategori “tinggi” Nilai persepsi 677 yang berada dalam kategori tinggi, dapat disimpulkan bahwa persepsi nelayan terhadap program BPJS Ketenagakerjaan BPU secara umum sangat positif yang mencerminkan kesadaran mereka terhadap pentingnya perlindungan sosial, tingginya risiko kerja, perhatian terhadap besaran iuran, serta tingkat kepercayaan yang baik terhadap program BPJS Bukan Penerima Upah.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI