DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | DESA ADAT DALAM KONTESTASI PENGETAHUAN: EKSISTENSI HUTAN ADAT DI DESA HARUYAN DAYAK | |
| PENGARANG | : | MUHAMMAD IBNU FATAHILAH | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-08-08 |
Hutan memiliki peran penting dalam menopang kehidupan masyarakat adat,
sebagaimana terlihat di Desa Haruyan Dayak, Kalimantan Selatan. Penelitian ini
bertujuan untuk mengkaji kontestasi pengetahuan dalam pengelolaan hutan adat di
desa tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan
fenomenologis serta data yang dikumpulkan melalui tahap observasi, wawancara
semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan Manual
Data Analysis Procedure (MDAP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa
masyarakat Desa Haruyan Dayak memiliki hubungan yang erat dan mendalam
dengan hutan adat, yang telah menjadi bagian integral dari kehidupan mereka
sejak lama. Interaksi intensif dengan alam telah membentuk keterikatan spiritual
dan budaya yang kuat, tercermin dalam tradisi, kebudayaan, dan kepercayaan
lokal yang menjunjung tinggi kelestarian hutan. Pengelolaan hutan oleh
masyarakat adat mencerminkan paradigma eko-populisme, di mana hutan
dimanfaatkan sebagai sumber penghidupan sambil tetap menjaga
keberlanjutannya melalui nilai-nilai dan praktik lokal.
Namun, seiring dengan berjalannya waktu dengan segala perkembangan,
terjadi perubahan pola pikir di sebagian besar masyarakat. Perubahan pola pikir
menjadi hal yang bersifat fundamental dalam hal pengelolaan akan hutan adat.
Sehingga terjadi kontestasi pengetahuan dalam pengelolaan hutan adat, kontestasi
didasari oleh paradigma yang dimiliki masyarakat dalam memandang hutan adat.
Terdapat 3 bagian masyarakat yang berkontestasi dalam hal pengelolaan atas
hutan adat. Pertama, masyarakat adat yang setia akan kepercayaan lokalnya,
masyarakat adat yang menjunjung tinggi dan menghargai serta menghormati
hutan adat dengan kepercayaannya. Kedua, masyarakat yang telah memiliki pola
pikir yang baru yang telah terbuka akan perkembangan zaman. Masyarakat hanya
berlomba untuk meningkatkan perekonomian melalui pengelolaan yang sifatnya
tidak akan merusak alam. Terakhir, masyarakat yang telah kenyang akan
pengetahuan dunia luar dan telah memiliki pola pikir untuk melakukan
transformasi secara besar-besaran. Masyarakat yang memandang hutan adat
layaknya sumber daya alam yang siap untuk dieksploitasi demi pertumbuhan
ekonomi. Penelitian ini memberikan kontribusi akademis dalam pengembangan
kajian sosiologi lingkungan dan ekologi politik, serta kontribusi praktis sebagai
masukan bagi pihak terkait dalam memperkuat peran masyarakat adat dalam
pengelolaan hutan adat.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI