DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Analisa Usaha Budidaya Ikan Nila (Oreochromis niloticus) di Karamba Jaring Apung di Desa Hatiwin Kecamatan Tapin Selatan Kabupaten Tapin Provinsi Kalimantan Selatan
PENGARANG:RAMLAH
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-08-08


Ramlah. 2025. Analisa Usaha Budidaya Ikan Nila (Oreochromis niloticus) di Karamba Jaring Apung di Desa Hatiwin Kecamatan Tapin Selatan Kabupaten Tapin Provinsi Kalimantan Selatan. Pembimbing: (1) Dr. Hj. IRMA FEBRIANTY, S.Pi., M.P. (2) Prof. Dr. Ir. Hj. EMMY SRI MAHREDA, M.P.

 

Desa Hatiwin, yang terletak di Kecamatan Tapin Selatan, Kabupaten Tapin, merupakan salah satu wilayah dengan potensi pengembangan budidaya ikan sistem karamba jaring apung yang cukup menjanjikan. Usaha budidaya ikan nila dikaramba jaring apung, memiliki permasalahan klasik yang dihadapi pembudidaya adalah kurangnya pengetahuan tentang pengelolaan keuangan usaha, khususnya dalam menghitung rasio antara biaya dan pendapatan, serta menganalisis tingkat keuntungan yang diperoleh. Penelitin bertujuan untuk menganalisis nilai investasi dengan keuntungan, Return On Investment (ROI) dan Payback Period (PP) dan menganalisis kelayakan finansial usaha dengan Break Event Point (BEP), Net Benefit Cost Ratio (Net B/C Ratio), Net Present Value (NPV) dan Internal Rate of Return (IRR), usaha budiaya ikan nila karamba jaring apung. Lokasi Penelitian dipilih secara Purposive Sampling di Desa Hatiwin Kecamatan Tapin Selatan, Kabupaten Tapin Propinsi Kalimantan Selatan dengan pertimbangan di Desa Hatiwin terdapat 10 orang yang melakukan budidaya ikan nila di karamba jaring apung. Metode analisis data penelitian adalah keuntungan, Return On Investment (ROI) , Benefit Cost Ratio (B/CRatio), Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Break Event Point (BEP), Payback Period (PP). Nilai investasi dengan keuntungan, Return On Investment (ROI) dan Payback Period (PP) usaha budidaya ikan nila karamba jaring apung yaitu usaha budidaya ikan nila di karamba jaring apung sebagian besar menunjukkan tingkat keuntungan yang masih di bawah upah minimum rakyat Kalimantan Selatan, dengan beberapa responden mencapai ROI di atas 80%, menandakan investasi ini sangat menguntungkan. Payback Period (PP) yang singkat, yaitu rata-rata kurang dari 2 tahun. Kelayakan finansial usaha dengan Break Event Point (BEP), Net Benefit Cost Ratio (Net B/C Ratio), Net Present Value (NPV) dan Internal Rate of Return (IRR) usaha budiaya ikan nila karamba jaring apung yaitu hasil analisis BEP produksi dan harga menunjukkan bahwa sebagian besar pelaku usaha memiliki peluang meraih keuntungan selama produksi aktual melebihi BEP produksi dan harga jual berada di atas BEP harga, meskipun terdapat variasi antar responden. Seluruh responden memiliki nilai Net B/C lebih dari 1, menunjukkan bahwa usaha ini menguntungkan secara ekonomis. Dengan manajemen usaha yang efisien, usaha budidaya ikan nila di karamba jaring apung dinilai layak dan berpotensi menguntungkan secara finansial. Nilai NPV seluruh responden positif pada tingkat diskonto 6%, yang mengindikasikan bahwa usaha ini layak untuk dijalankan karena menghasilkan keuntungan bersih setelah memperhitungkan nilai waktu dari uang. Nilai IRR lebih tinggi dari tingkat diskonto 6%, yang mencerminkan bahwa investasi dalam usaha ini mampu memberikan tingkat pengembalian yang lebih besar dari biaya modal.

 

Katakunci : Ikan Nila, Keramba Jaring Apung, Keuntungan, Kelayakan, Tapin

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI