DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Ekranisasi Novel Gadis Kretek Karya Ratih Kumala
PENGARANG:AZRIA DWI NANDITA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-08-08


Ekranisasi merupakan bentuk transformasi dari karya sastra ke dalam bentuk visual, seperti film atau serial. Proses ini tidak hanya memindahkan isi cerita, tetapi juga mengadaptasi unsur-unsur intrinsik sesuai kebutuhan untuk media baru. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perubahan unsur tokoh dan penokohan dalam proses alih wahana novel Gadis Kretek karya Ratih Kumala menjadi serial film produksi Netflix, dengan menggunakan teori intertekstual dari Julia Kristeva.  

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan perbandingan, serta menerapkan pendekatan ekranisasi dan intertekstualitas. Sumber data utama dalam penelitian ini adalah novel Gadis Kretek dan serial film adaptasinya dengan judul yang sama, dengan instrumen berupa klasifikasi data unsur intrinsik yang meliputi tokoh dan penokohan utama, alur, dan latar. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan melalui tahap pembacaan mendalam, pencatatan, dan pengelompokan data, sedangkan teknik analisis dilakukan dengan membandingkan representasi tokoh utama, latar, dan alur yang terdapat dalam kedua medium menggunakan konsep intertekstual.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi berbagai bentuk perubahan dalam proses ekranisasi, seperti pengurangan, penambahan, dan perubahan tokoh, penyempitan latar waktu dan tempat, serta penyusunan ulang alur. Tokoh Jeng Yah, Lebas, Soeraja, Idroes, Soedjagad, Rukayah, Roemaisa, Arum, dan Seno mengalami pengembangan karakter yang disesuaikan dengan kebutuhan naratif visual. Penyesuaian latar turut memperkuat nuansa historis dan dramatik dalam versi serial. Selain itu, struktur alur dibuat lebih dinamis dan tertata untuk menarik perhatian dan mempermudah pemahaman penonton. Perubahan-perubahan tersebut menunjukkan bahwa unsur fiksi dalam media film dapat memperkaya pemahaman terhadap tema sejarah dan budaya dalam karya sastra. Dengan demikian, unsur sastra dan sinema saling melengkapi dalam proses ekranisasi.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI