DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | PEMETAAN TUTUPAN LAHAN TERHADAP PEMANFAATAN LAHAN RAWA ALAMI BERBASIS CITRA SENTINEL-2A DAN LANDSAT 8-OLI DI KABUPATEN BANJAR TAHUN 2021-2024 | |
| PENGARANG | : | M.RIDUAN | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-08-09 |
M. Riduan, 2025, NIM 2110416310041, “Pemetaan Tutupan Lahan Terhadap Pemanfaatan Lahan Rawa Alami Berbasis Citra Sentinel-2A Dan Landsat 8-OLI Di Kabupaten Banjar Tahun 2021-2024”, Pembimbing Muhammad Efendi, S.Pd., M.Pd.
Kabupaten Banjar terkenal memiliki banyak lahan rawa karena alih fungsi lahan yang signifikan yang dilakukan oleh manusia belakangan ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi seberapa akurat klasifikasi tutupan lahan, khususnya dengan menggunakan gambar dari Sentinel-2A dan Landsat 8-OLI. Selain itu, penelitian ini juga ingin melihat bagaimana perubahan terjadi pada lahan rawa alami selama kurun waktu 2021–2024. Diharapkan hasilnya akan membantu perencanaan tata ruang yang berkelanjutan dan pelestarian sumber daya alam.
Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dan metode survei dan sampling random digunakan untuk mengumpulkan sampel. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan teknologi penginderaan jauh (PJ) dan sistem informasi geografis (SIG). Landsat 8-OLI dan Sentinel-2A diproses menggunakan metode klasifikasi K-Means yang tidak diawasi. Selanjutnya, untuk membandingkan data dari survei lapangan, matriks confusion digunakan untuk melakukan evaluasi akurasi. Fokus utama penelitian ini adalah pola alih fungsi lahan yang terjadi di rawa alami.
Hasil analisis menunjukkan bahwa gambar Sentinel-2A menunjukkan hasil klasifikasi yang lebih baik daripada Landsat 8-OLI. Tingkat akurasi keseluruhan (total accuracy) Sentinel-2A adalah 87%, sedangkan Landsat 8-OLI hanya 68%. Data ini diperoleh dari validasi lapangan terhadap 90 titik sampel yang tersebar di beberapa kecamatan, terutama di kelas tutupan seperti permukiman, sawah, dan hutan sekunder. Selain itu, Sentinel-2A menunjukkan menunjukkan penurunan dari 83.382,89 ha pada tahun 2021 menjadi 62.647,42 ha pada tahun 2024, dan data Landsat 8-OLI menunjukkan penurunan dari 82.948,63 ha menjadi 60.782,01 ha. Penurunan ini disebabkan oleh pemukiman, transformasi lahan menjadi pertanian, dan pembangunan infrastruktur. Karang Intan adalah kecamatan yang paling berubah, sedangkan Cintapuri Darussalam, Aluh Aluh, dan Beruntung Baru lebih stabil. Luas rawa alami menurun, menunjukkan tekanan ekologis yang signifikan di Kabupaten Banjar. Temuan ini juga menunjukkan bahwa untuk mempertahankan dan mengoptimalkan penggunaan ekosistem rawa yang tersisa, kebijakan pengelolaan sumber daya alam yang lebih kuat dan terarah diperlukan.
Kata Kunci: Penginderaan Jauh, Unsupervised Classification, K-Means, Sentinel-2A, Landsat 8-OLI, perubahan lahan.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI