DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | PENGENDALIAN PENYAKIT ANTRAKNOSA (Colletotrichum sp) PADA TANAMAN CABAI DENGAN ISOLAT ANTAGONIS ASAL LAHAN RAWA | |
| PENGARANG | : | ZAIN HUMAIDI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-08-11 |
RINGKASAN
ZAIN HUMAIDI. “Pengendalian Penyakit Antraknosa (Colletotrichum sp) pada Tanaman Cabai dengan Isolat Antagonis Asal Lahan Rawa’’di bawah bimbingan Ibu Marianadan Bapak Ismed Setya Budi
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas keberhasilan agen antagonis dalam mengendalikan penyakit antraknosa pada cabai rawit. Penelitian ini dilaksanakan pada bulanpada bulan Februari sampai Juni 2025, bertempat di Laboratorium Pengendalian Hayati Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat, Banjarbaru.
Penelitian ini dilakukan dengan pengujian secara in vivo menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor, dengan faktor yang di uji adalah isolat antagonis asal lahan rawa. Penelitian ini terdiri dari 7 perlakuan yang diulang sebanyak 3 kali dan pada tiap-tiap satuan percobaan ada 10 buah cabai dalam toples plastik, sehingga terdapat 21 toples plastik dengan jumlah 210 buah cabai rawit.
Perlakuan pada penelitian ini yaitu K- (Kontrol + Colletotrichum sp), K+ (Kontrol + Difenokonazol), GH4 (Isolat antagonis 4 asal Gudang Hirang), PT2 (Isolat antagonis 2 asal Puntik), PT3 (Isolat antagonis 3 asal Puntik), RR2 (Isolat antagonis 2 asal Roham Raya), RR3 (Isolat antagonis 3 asal Roham Raya).
Hasil penelitian semua perlakuan yaitu pada persentase kejadian penyakit antraknosa yang diaplikasikan dengan isolat antagonis 4 asal Gudang Hirang (58,88%), isolat antagonis 2 asal Roham Raya (44,44%), Isolat antagonis 2 asal Puntik (55,56%), dan isolat antagonis 3 asal Puntik (41,11%) cukup efektif, sedangkan isolat antagonis 3 asal Roham Raya (30%) dan K+ (Kontrol + Fungisida Difenokonazol) (36,66%) kurang efektif untuk mengendalikan penyakit antraknosa pada buah cabai rawit, sedangkan pada presentase keparahan penyakit isolat antagonis 4 asal Gudang Hirang (57,55%), isolat antagonis 2 asal Roham Raya (46,17%), isolat antagonis 3 asal Roham Raya (41,76%), dan isolat antagonis 2 asal Puntik (56,36%) cukup efektif sedangkan isolat antagonis 3 asal Puntik (33,78%) dan K+ (Kontrol + Fungisida Difenokonazol) (39,89%) kurang efektif untuk mengendalikan keparahan penyakit antraknosa pada buah cabai rawit.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI