DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | PEMANFAATAN MEDIA INTERAKTIF DI SEKOLAH DASAT KELAS IV DI KECAMATAN BANJARBARU SELATAN | |
| PENGARANG | : | THOMAS HIDAYAT RITONGA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-08-18 |
Pendidikan merupakan suatu proses kehidupan yang berupaya meningkatkan kemampuan setiap orang agar mampu menjalani kehidupan secara komprehensif meliputi unsur kognitif, afektif, dan psikomotorik (Rijaldi et al., 2024). Melalui aktivitas fisik yang terencana, pendidikan jasmani, kesehatan, dan olahraga (PJOK) dipandang sebagai suatu prosespendidikanyangmenyeluruh danterpaduyangberupaya mengembangkankualitasfisik, mental, sosial, dan emosional siswa (Syafruddin et al., 2022). Menurut (Sari et al., 2024) KomponenpendidikanyangdikenalsebagaiPJOKmenggunakanaktivitasfisiksebagaisarana mencapai berbagai tujuan pembelajaran, seperti keterampilan sosial dan pengembangan karakter.
Sementaraitu,(Muzakkietal.,2024)menarikperhatianpadaperanPEdalammendorong aktivitasyangsehat,terutamadalamkontekspembelajarandaringselamapandemi.Selainitu, (Sulistiyono,2025)menyorotiperanguruPJOKdalammembentuknilai-nilaikarakterpeserta didikmelaluipendekatanpedagogisyangtepat.Hasilnya,paraahlisepakatbahwaPJOKtidak hanya aktivitas fisik tetapi juga alat penting untuk mengembangkan kepribadian siswa dan meningkatkan kualitas hidup mereka. Bahwa pembelajaran PJOK (Pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan) cenderung mudah membuat siswa merasa bosan jika metode yang digunakan monoton atau tidak melibatkan siswa secara aktif.
Menurut (Siregar et al., 2024), kurangnya variasi metode dan media dalam pengajaran PJOK dapat menyebabkan siswa kehilangan minat dan keterlibatan dalam proses belajar. Selain itu menurut (Erisyah & El-yunusi, 2025) guru yang tidak mengeksplorasi pendekatan kreatif atau inovatif cenderung hanya menyampaikan materi secara teoritis tanpa mengaitkannyadenganaktivitasyangmenyenangkandanrelevandenganduniasiswa.Kondisi ini tentu saja berdampak pada motivasi belajar dan partisipasi siswa yang rendah. Untuk membuat kelas lebih menarik dan relevan, guru PJOK harus berperan lebih aktif dalam mengkaji berbagai strategi pembelajaran, seperti pembelajaran berbasis proyek, permainan edukatif, atau penggunaan media digital interaktif.
Guruharuslebihkreatifdalammerencanakandanmenyajikanpembelajarandieradigital saat ini, termasuk dalam mata pelajaran PJOK. Inovasi ini mencakup pemanfaatan teknologi dan media interaktif yang mampu menarik minat siswa, meningkatkan partisipasi aktif, serta mempermudah pemahaman konsep gerak dan kesehatan (Pamungkas, 2023). Menurut (Yulianti& Irawan, 2025), pembelajaranyang efektifdan berkualitas sangatbergantung pada kemampuangurudalammenciptakanpengalamanbelajaryangmenarikmelaluiinovasimedia dan metode. Menurut (Kusmirah et al., 2025) pendekatan inovatif ini sangat relevan karena siswa sekolah dasar cenderung lebih responsif terhadap pembelajaran yang bersifat visual, interaktif, dan menyenangkan.
Untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih menarik dan bermakna, guru PJOK harus menggunakan media termasuk simulasi gerak, film animasi, kuis digital, dan aplikasi pembelajaran. Siswa yang mempelajari pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan (PJOK) mendapat manfaat besar dari lingkungan belajar yang menyenangkan dan efektif yang diciptakan oleh para guru. Salah satu strateginya adalah dengan memperkenalkan berbagai jenismediapendidikan,sepertimediainteraktif.Menurut(Rochaendi,2024:24)pengalaman
langsung,visualisasikonsep,danumpanbaliklangsungadalahbeberapacaramediainteraktif memungkinkan siswa berpartisipasi lebih aktif dalam proses pembelajaran.
Misalnya, siswa dapat mempelajari metode gerakan secara lebih efektif dan menarik dengan menggunakan aplikasi digital, permainan instruksional berbasis komputer, simulasi latihan, dan film gerakan olahraga. Metode ini meningkatkan praktik keterampilan individu dan kelompok sekaligus meningkatkan pemahaman kognitif siswa. Jadi (Lutfi et al., 2025) dengan demikian, media interaktif menjadi jembatan yang efektif antara teori dan praktik dalam pelajaran PJOK, serta mampu meningkatkan motivasi, keterampilan motorik, dan partisipasiaktifsiswaselama prosespembelajaranberlangsung. Pemanfaatanmediainteraktif dalam pembelajaran PJOK di sekolah dasar, khususnya di kelas IVdi Kecamatan Banjarbaru Selatan, memiliki urgensi yang tinggi untuk dikaji.
Media interaktif sangat penting bagi guru PJOK karena mampu menyederhanakan penyampaian materi yang sifatnya praktik dan visual. Dengan tampilan gambar bergerak, suara, warna menarik, hingga kuis interaktif, media ini dapat merangsang perhatian siswa, meningkatkankonsentrasi,danmendorongpartisipasiaktifmerekadalampembelajaran.Selain itu, dengan memperhatikan karakteristik anak sekolah dasar yang masih dalam tahap perkembangankemampuanfisikdankognitifnya,pendekatanvisual-auditorisepertiinisangat efektif dalam memperkuat pemahaman konsep serta keterampilan gerak dasar. Pentingnya dilakukan penelitian ini didasarkan pada kebutuhan untuk membuktikan efektivitas media interaktif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PJOK.
Penelitian ini menawarkan data aktual tentang sejauh mana media interaktif dapat memengaruhiminatdanhasilbelajarsiswa.Penelitianinijugamembahaskesulitanpendidikan saat ini yang menuntut inovasi digital dalam proses belajar mengajar. Guru dan lembaga pendidikan dapat menggunakan data yang dikumpulkan untuk mengembangkan teknik pembelajaran PJOK yang lebih sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik siswa saat ini. Berdasarkan latar belakang ini, rumusanmasalah studi iniadalah untuk menentukan seberapa efektif penggunaan media interaktif dalam meningkatkan minat belajar PJOK dan untuk mempelajari bagaimana guru bereaksi terhadap media interaktif.
Praktik pembelajaran PJOK yang lebih kreatif dan sesuai dengan tuntutan siswa di era teknologi saat ini, serta semakin meningkatnya minat belajar melalui media digital, studi ini bertujuanuntukmemastikanbagaimanasiswamemandangpenggunaanmediainteraktifdalam pembelajaranPJOKdanuntukmemastikanbagaimanagurubereaksiterhadapmediainteraktif. Permasalahan tentang meningkatkan minat belajar siswa dalam pembelajaran PJOK serta menambah dalam media pembelajaran PJOK guru disekolah dalam memanfaatkan teknologi pendidikan dapat diselesaikan melalui penerapan media interaktif yang sesuai dengan karakteristik siswa di era digital.
Penelitian yang telah dilaksanakan di kelas IV Sekolah Dasar di Kecamatan Banjarbaru Selatan membuktikan bahwa media interaktif secara signifikan meningkatkan minat belajar siswadanmendorongguruuntuklebihkreatifdanadaptifdalamprosespembelajaran. Dengan penelitian ini memberikan bukti empiris bahwa integrasi media interaktif merupakan solusi efektif dalam menjawab tantangan pembelajaran PJOK di masa kini. Oleh karena itu, hasil penelitian ini dapat dijadikan dasar dalam merancang strategi pembelajaran PJOK yang lebih inovatif dan berbasis teknologi.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI