DIGITAL LIBRARY



JUDUL:PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL INSTAGRAM DENGAN TINGKAT PARTISIPASI POLITIK MAHASISWA BARU PROGRAM STUDI S1 ILMU PEMERINTAHAN FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT PADA PEMILIHAN GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR PROVINSI KALIMANTAN SELATAN TAHUN 2024
PENGARANG:ADE APRILIA FHASA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-08-22


Ade Aprilia Fhasa, 2110413320007, 2025. Pengaruh Penggunaan Media Sosial Instagram Dengan Tingkat Partisipasi Politik Mahasiswa Baru Program Studi S1 Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lambung Mangkurat Pada Pemilihan Gubernur Dan Wakil Gubernur Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2024. Dibimbing Husein Abdurrahman.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media sosial Instagram terhadap partisipasi politik mahasiswa baru pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2024. Fenomena meningkatnya penggunaan media sosial sebagai sarana kampanye politik menjadi latar belakang penting dalam penelitian ini.

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: Apakah terdapat pengaruh yang signifikan antara penggunaan media sosial Instagram terhadap partisipasi politik mahasiswa baru dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2024?

Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, dilakukan terhadap mahasiswa baru Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lambung Mangkurat. Instrumen yang digunakan berupa angket/kuesioner, dan data dianalisis menggunakan teknik regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara penggunaan media sosial Instagram terhadap partisipasi politik mahasiswa baru.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara penggunaan Instagram dan tingkat partisipasi politik mahasiswa baru. Semakin tinggi intensitas dan kualitas penggunaan Instagram dalam konteks politik, maka semakin tinggi pula tingkat partisipasi politik mahasiswa. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan agar pihak kampus, penyelenggara pemilu, dan pelaku politik memaksimalkan peran media sosial sebagai alat edukasi politik yang efektif dan relevan bagi kalangan mahasiswa. Media sosial seperti Instagram dapat dimanfaatkan sebagai ruang dialog interaktif yang menjembatani informasi politik dengan cara yang lebih menarik, ringan, dan sesuai dengan gaya komunikasi generasi muda. Selain itu, penting bagi lembaga pendidikan untuk mengintegrasikan literasi digital dan politik ke dalam kurikulum atau kegiatan kemahasiswaan, sehingga mahasiswa tidak hanya menjadi konsumen informasi tetapi juga mampu menganalisis dan menyikapi isu-isu politik secara kritis dan bijak. Dengan demikian, partisipasi politik mahasiswa tidak hanya meningkat secara kuantitas, tetapi juga berkualitas dalam jangka panjang.

Kata Kunci: Media Sosial, Instagram, Partisipasi Politik, Mahasiswa Baru, Pemilih Pemula, Pemilihan Gubernur.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI