DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Manipulasi Pemijahan Ikan Papuyu (Anabas testudineus) Secara Alami Terkontrol dengan Percikan Air dan Seks Rasio yang Berbeda
PENGARANG:ARIEF ROCHMAN
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-08-23


Percikan air diyakini mampu memberikan rangsangan taktil dan akustik yang menyerupai kondisi musim hujan. Musim hujan merupakan momen alami terjadinya pemijahan ikan papuyu, karena perubahan lingkungan seperti peningkatan debit air, penurunan suhu, dan suara hujan dapat memicu pematangan gonad serta ovulasi. Manipulasi lingkungan, rasio jenis kelamin (seks rasio) antara induk jantan dan betina juga merupakan faktor penting yang memengaruhi keberhasilan pemijahan. Rasio jantan yang terlalu sedikit dapat mengurangi peluang pembuahan, sementara jumlah yang terlalu banyak dapat meningkatkan agresivitas dan stres pada betina. Penelitian bertujuan untuk menganalisis manipulasi pemijahan ikan papuyu dengan percikan air, menganalisis manipulasi pemijahan ikan papuyu dengan seks rasio yang berbeda dan menganalisis interaksi antara percikan air dengan sek rasio yang berbeda pada pemijahan ikan papuyu. Lokasi penelitian utama dilakukan di Komplek Antero Raya Permai 2 Blok A Nomor 13, Jl. Sekumpul Ujung, Desa Indrasari, Kota Martapura, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan. Objek penelitian yang akan dilakukan adalah induk ikan papuyu yang berasal dari Balai Perikanan Budidaya Air Tawar Mandiangin, Kalimantan Selatan, Indonesia. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap faktorial yaitu terdiri dari faktor A adalah perlakuan percikan air yang terdiri dari perlakuan P1 tanpa percikan air dan perlakuan P2 dengan percikan air, sedangkan faktor B adalah perbandingan induk jantan dan betina yang terdiri dari tiga tingkat, yaitu perlakuan J1 satu jantan satu betina, J2 dua jantan satu betina, dan J3 tiga jantan satu betina. Perlakuan dikombinasi sebanyak 2 x 3 = 6 diulang sebanyak 3 kali, sehingga unit percobaan yang digunakan sebanyak 6 x 3 = 18 unit percobaan, Parameter penelitian yaitu waktu laten pemijahan, jumlah telur yang ovulasi, fertilitas dan persentase penetasan telur (daya tetas telur). Teknik analisis data dilakukan dengan Uji Kruskal-Wallis. Manipulasi pemijahan ikan papuyu secara alami dengan percikan air berpengaruh signifikan terhadap latensi pemijahan, jumlah telur yang ovulasi , fertilitas, dan daya tetas telur ikan papuyu. Manipulasi pemijahan ikan papuyu secara alami dengan perbedaan seks rasio tidak berpengaruh signifikan terhadap latensi pemijahan, jumlah telur yang ovulasi , fertilitas telur, dan daya tetas telur. Tidak terdapat interaksi yang signifikan antara perlakuan percikan air dan jumlah jantan terhadap parameter ovulasi, fertilitas telur, dan daya tetas telur, namun terdapat indikasi interaksi yang signifikan terhadap latensi pemijahan, sebagaimana ditunjukkan oleh perpotongan garis pada grafik, yang mengindikasikan adanya pengaruh kombinasi perlakuan terhadap waktu terjadinya pemijahan pada ikan papuyu (Anabas testudineus) secara alami terkontrol.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI