DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | DETERMINAN EKSPOR TEH INDONESIA: PENDEKATAN METODE GRAVITASI | |
| PENGARANG | : | MUHAMMAD FAIZAL | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-08-27 |
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan ekspor teh Indonesia ke 25 negara tujuan selama periode 2014–2023 dengan pendekatan model gravitasi yang diperluas melalui regresi spasial data panel. Fokus penelitian adalah memeriksa efek ketergantungan spasial antarnegara tujuan dan mengidentifikasi pengaruh variabel ekonomi seperti Produk Domestik Bruto (PDB) negara tujuan, nilai tukar, impor teh, populasi, dan harga teh internasional terhadap nilai dan volume ekspor teh Indonesia, serta memeriksa dampak langsung dan dampak tidak langsung variabel independen. Metode penelitian yang digunakan adalah regresi spasial data panel untuk menangkap hubungan spasial antarnegara tujuan ekspor. Analisis dilakukan dengan model Spatial Autoregressive (SAR) untuk mengestimasi pengaruh langsung dan tidak langsung dari variabel independen. Pemilihan model didasarkan pada uji hausman dan uji dependensi spasial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat efek spasial signifikan (λ = 0,316 untuk nilai ekspor dan 0,289 untuk volume ekspor), yang mengindikasikan bahwa ekspor teh Indonesia ke suatu negara dipengaruhi oleh ekspor ke negara tetangga. Variabel impor teh negara tujuan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap ekspor, sementara PDB negara tujuan berpengaruh negatif signifikan pada nilai ekspor dan tidak signifikan pada volume ekspor, menunjukkan bahwa negara dengan ekonomi besar cenderung mengurangi impor teh dari Indonesia. Populasi negara tujuan juga berpengaruh negatif signifikan, mencerminkan bahwa pasar besar tidak selalu menjadi peluang ekspor jika negara tersebut memiliki produksi domestik yang kuat. Nilai tukar dan harga teh internasional memiliki pengaruh positif tidak signifikan. Dekomposisi efek SAR memperlihatkan dampak langsung dan dampak tidak langsung, impor memberi dampak positif; PDB memberi dampak negatif; populasi berdampak negatif; kurs berdampak positif; harga berdampak positif. Simpulan penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan spasial dalam analisis perdagangan internasional, di mana strategi ekspor harus mempertimbangkan keterkaitan geografis antarnegara. Implikasi kebijakan yang disarankan antara lain fokus pada negara-negara dengan ketergantungan impor tinggi, pengembangan produk bernilai tambah, dan pendekatan berbasis kawasan untuk memaksimalkan dampak tidak langsung. Keterbatasan penelitian mencakup cakupan data yang terbatas dan kurangnya variabel kualitatif seperti preferensi konsumen.
Kata kunci: ekspor teh, model gravitasi, regresi spasial data panel, dampak tidak langsung, perdagangan internasional.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI