DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Karakteristik dan Pemanfaatan Arang dan Asap Cair Kayu Sengon sebagai Stimulan Pertumbuhan Tanaman
PENGARANG:RAIS SALIM
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-09-01


ABSTRAK

 

 

RAIS SALIM. 2025. “Karakteristik dan Pemanfaatan Arang dan Asap Cair Kayu Sengon sebagai Stimulan Pertumbuhan Tanaman”. Tesis. Program Studi Magister Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat. Pembimbing: Wiwin Tyas Istikowati, S.Hut., M.Sc., Ph.D. dan Dr. Yusanto Nugroho, S.Hut., M.P.

 

Kata Kunci: Karakteristik, Arang, Asap Cair Kayu dan Stimulan Pertumbuhan

 

Arang adalah residu dari proses penguraian panas terhadap bahan mengandung karbon yang sebagian besar komponennya adalah karbon. Tujuan penelitian ini adalah (1) menentukan suhu dan lama pengarangan yang tepat sehingga menghasilkan kualitas arang yang baik yang meliputi rendemen, kadar air, kadar zat mudah menguap, kadar abu dan kadar karbon terikat, (2) mendapatkan informasi mengenai respon pertumbuhan anakan tanaman jabon setelah diberi perlakuan arang dan asap cair terbaik, dan (3) menentukan konsentrasi perlakuan aplikasi arang dan asap cair terbaik terhadap pertumbuhan tanaman jabon. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan rancangan percobaan faktorial dalam acak lengkap. Faktor yang dicobakan yakni suhu pengarangan dan lama pengarangan. Suhu pengarangan terdiri dari 450, 550, dan 650 °C, sedangkan lama pengarangan terdiri dari 2, 3, dan 4 jam. Setiap kombinasi perlakuan diulang 3 kali. Selanjutnya, kualitas arang dianalisis mengikuti prosedur Standar Nasional Indonesia SNI 1683-2021 tentang arang kayu meliputi kadar air, kadar abu, kadar zat terbang, kadar karbon terikat, dan rendemen. Arang dengan kualitas terbaik ditambah konsentrasi asap cair 2,5% diaplikasikan bersama topsoil sebagai media anakan sengon. Pengamatan dilakukan terhadap pertumbuhan tinggi dan diameter batang. Hasil dari penelitian ini adalah pengarangan kayu sengon (P. falcataria) pada suhu pengarangan 650°C selama 3 jam menghasilkan arang dengan kualitas terbaik. Pada perlakuan ini diperoleh rendemen arang 23,297%; kadar air 1,292%; kadar zat mudah menguap 25,046%; kadar abu 0,877%; dan kadar karbon terikat 72,785%. Penambahan arang kayu sengon dan asap cair yang diarangkan pada perlakuan suhu dan lama pengarangan terbaik tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan diamater dan tinggi semai jabon selama 3 bulan pengamatan karena diduga arang belum mencapai kesetimbangan dengan media tanah. Perlakuan konsentrasi arang 2,5% dan 5% serta arang 7,5% + asap cair 2% memberikan respon pertambahan diameter tanaman jabon yang paling baik jika dibandingkan dengan perlakuan lainnya meskipun secara keseluruhan perlakuan kontrol masih lebih baik.Perlakuan konsentrasi arang 2,5% dan arang 7,5% + asap cair 2% memberikan respon pertambahan tinggi jabon yang paling baik jika dibandingkan dengan kontrol dan perlakuan lainnya.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI