DIGITAL LIBRARY



JUDUL:POTRET SOSIAL EKONOMI BURUH ANGKUT DI PASAR TRADISIONAL SUDIMAMPIR
PENGARANG:NADILA YULIYANTI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-09-04


Nadila, 2025. Potret Sosial Ekonomi Porter di Pasar Tradisional Sudimampir. Skripsi jurusan Pendidikan IPS. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Lambung Mangkurat. Dosen Pembimbing I: Prof.Dr.Drs. Ersis Warmansyah Abbas, BA, M. Pd dan Pembimbing II: M. Ridha Ilhami, S.Pd., M.Pd. Pasar tradisional merupakan penting dalam kehidupan masyarakat serta berfungsi sebagai pusat aktivitas ekonomi serta interaksi antara penjual, pembeli, dan buruh. Penelitian berfokus pada Pasar Sudimampir di Banjarmasin, Kalimantan Selatan yang dikenal sebagai pusat grosir terbesar Kalimantan. Di Pasar Sudimampir, buruh menggunakan alat transportasi pribadi seperti becak, bajaj, dan kendaraan bermotor. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengidentifikasi kondisi buruh di Pasar Sudimampir, (2) Menganalisis interaksi antara buruh, pembeli, dan pedagang, serta (3) Mengidentifikasi tantangan yang dihadapi buruh di pasar tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode kualitatif dengan dengan cara pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Wawancara memungkinkan kesempatan peneliti untuk memperoleh data secara langsung dari sumber informasi langsung dari narasumber. Analisis data dilakukan dengan cara mereduksi data, menyajikan data, dan membuat kesimpulan. Untuk memastikan keabsahan data, penelitian ini juga menerapkan triangulasi. Hasil dari penelitian (1) buruh angkut di pasar bisa dibedakan menjadi tiga jenis yaitu buruh angkut bajaj, buruh angkut becak, dan buruh angkut ojek. Mayoritas buruh angkut telah lama bekerja di pasar dengan pengalaman kerja bertahun-tahun lamanya. Kondisi kerja para buruh angkut yang keras termasuk rendahnya pendapatan harian berkisar Rp.50.000-Rp.150.000 pendapatan tersebut sering kali tidak pasti sehingga tidak mencukupi kebutuhan hidup bahkan beberapa buruh lainya mencari pekerjaan sampingan atau tambahan ketika penghasilan utama tidak mencukupi. Selain itu, kurangnya fasilitas yang memadai untuk beristirahat dan risiko kesehatan yang dihadapi menambah tantangan dalam pekerjaan buruh angkut. (2) interaksi sosial sesama buruh angkut, pedagang, dan pembeli menunjukkan adanya kerjasama serta saling ketergantungan. (3) tantangan yang dihadapi para buruh tarif dan tawar menawar harga yang sering kali tidak sesuai dengan beban kerja. Buruh menghadapi tantangan dari oknum preman yang meminta jatah keamanan atau uang lapak. Cuaca buruk seperti hujan bisa meningkatkan resiko fisik terjatuh bagi buruh saat mengangkut barang. Pendapatan harian buruh angkut menambah ketidakpastian dalam kehidupan buruh. Walaupun sejumlah buruh angkut berusaha mencari pekerjaan lainya untuk meningkatkan pendapatan, akan tetapi buruh angkut sering kali kembali ke pekerjaan asal semula karena keterbatasan keterampilan. Kata kunci:

Potret Sosial Ekonomi, Buruh Angkut, Pasar Tradisional.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI