DIGITAL LIBRARY



JUDUL: ANALISIS SPASIAL TINGKAT KERAWANAN BANJIR MENGGUNAKAN METODE FREQUENCY RATIO DI KABUPATEN KAPUAS PROVINSI KALIMANTAN TENGAH
PENGARANG:HANIFA HUWAIDA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-09-04


ABSTRACT

 

Hanifa Huwaida, 2025, 2110416120011, Selamat Riadi, S.Pd., M.Pd. The purpose of this research is to analyze the level of flood vulnerability and spatial distribution of influencing factors in Kapuas Regency, Central Kalimantan Province. The method used is quantitative with Frequency Ratio to determine the Level of Flood Vulnerability and Spatial Distribution Analysis of influencing factors. Kapuas Regency is divided into three levels of vulnerability, namely Not Prone covering 404,868.783 hectares (24%), Prone covering 606,134.237 hectares (36%), and Very Prone covering 671,882.9622 hectares (39%). Flood vulnerability is highest in Mantangai sub-district and lowest in Kapuas Timur and Tamban Catur sub-districts. The largest order of parameters affecting flood vulnerability are Topographic Wetness Index (TWI), Land Use, Soil Type, Elevation, Slope, River Density, and Rainfall. Spatial distribution shows that Mantangai, Pasak Talawang, Timpah, Kapuas Murung and Tamban Catur sub-districts have the largest distribution. The other twelve sub-districts have a lower distribution.

Keywords: Flood, Spatial Analysis, Frequency Ratio, Kapuas

 

ABSTRAK

 

Hanifa Huwaida, 2025, 2110416120011, Selamat Riadi, S.Pd., M.Pd. Tujuan penelitian ini untuk Menganalisis Tingkat Kerawanan Banjir serta Distribusi Spasial faktor-faktor yang mempengaruhinya di Kabupaten Kapuas Provinsi Kalimantan Tengah. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan Frequency Ratio untuk mengetahui Tingkat Kerawanan Banjir dan Analisis Distribusi Spasial faktor-faktor yang mempengaruhinya. Kabupaten Kapuas terbagi atas tiga Tingkat kerawanan yaitu Tidak Rawan seluas 404.868,783 hektar (24%), Rawan seluas 606.134,237 hektar (36%), dan Sangat Rawan seluas 671.882,9622 hektar (39%). Kerawanan Banjir tertinggi ada pada Kecamatan Mantangai dan kerawanan terendah ada pada Kecamatan Kapuas Timur dan Tamban Catur. Urutan terbesar parameter yang mempengaruhi kerawanan banjir adalah Topographic Wetness Index (TWI), Penggunaan Lahan, Jenis Tanah, Ketinggian, Kemiringan Lereng, Kerapatan Sungai, dan Curah Hujan. Distribusi Spasial menunjukkan Kecamatan Mantangai, Pasak Talawang, Timpah, Kapuas Murung, dan Tamban Catur menjadi wilayah dengan distribusi terbesar. Sedangkan, dua belas kecamatan lainnya menjadi wilayah dengan distribusi yang lebih rendah.

 Kata Kunci: Banjir, Analisis Spasial, Frequency Ratio, Kapuas

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI