DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Implementasi Program Kampung Iklim (Proklim) di Kelurahan Sungai Jingah Kecamatan Banjarmasin Utara Kota Banjarmasin
PENGARANG:NAIFA FARADILLA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-09-10


Naifa Faradilla (2110411320037), 2025.Implementasi Program Kampung Iklim (Proklim) di Kelurahan Sungai Jingah, Kecamatan Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin. Dibawah bimbingan Ibu Aulia.

Perubahan iklim merupakan ancaman serius yang berdampak besar terhadap kehidupan manusia dan lingkungan. Untuk mengatasi dampak tersebut, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menginisiasi Program Kampung Iklim (Proklim) sebagai upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim. Kota Banjarmasin, khususnya Kelurahan Sungai Jingah, menjadi salah satu pelaksana Proklim yang pernah meraih kategori Utama dengan penghargaan Trophy pada tahun 2021. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi Program Kampung Iklim di Kelurahan Sungai Jingah serta mengidentifikasi tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaannya.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara dengan jumlah 13 narasumber, observasi, dan dokumentasi dengan pelaksanaan penelitian selama kurang lebih tiga bulan, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman, meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi.

Hasil penelitian pada implementasi Program Kampung Iklim dianalisis berdasarkan tiga indikator dari Charles O. Jones  yang menunjukkan bahwa pelaksanaan Program Kampung Iklim di Kelurahan Sungai Jingah telah berjalan cukup baik pada aspek pengorganisasian, interpretasi, dan aplikasi (penerapan). Pengorganisasian telah terstruktur  dengan pembagian peran yang jelas oleh para pelaksana dengan memanfaatkan sumber daya (dana dan fasilitas) yang memadai, meskipun terkendala keterbatasan waktu pelatihan dan warga yang kompeten. Interpretasi didukung oleh pemahaman tugas, komunikasi efektif, dan pedoman yang ada, namun terkendala ketidakmerataan pemahaman masyarakat, ketiadaan SOP formal, serta perlunya pembaruan pedoman agar pelaksanaan lebih optimal. Aplikasi (penerapan) berjalan melalui sosialisasi, pembinaan, dan monitoring, meski masih menghadapi kendala pengelolaan sampah, limbah sasirangan, dan partisipasi masyarakat yang tidak menyeluruh.

Penelitian ini memberikan beberapa upaya yang disarankan untuk mengatasi kendala dalam implementasi Proklim, seperti: (1) Pelatihan fleksibel dengan jadwal akhir pekan dan pemanfaatan platform digital untuk meningkatkan partisipasi masyarakat yang kompeten; (2) Melakukan forum diskusi antara pemerintah kelurahan, pemilik lahan, dan warga untuk pembinaan terkait pentingnya pengelolaan limbah; (3) Penyusunan SOP Proklim sesuai Permen LHK No. 84/2016 serta pengelolaan arsip digital dan fisik; dan (4) Penerbitan panduan teknis Proklim yang sesuai regulasi terbaru dan sosialisasi internal di kelurahan.

Kata Kunci: Program Kampung Iklim, perubahan iklim, implementasi program,  dan partisipasi masyarakat.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI