DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | EKRANISASI NOVEL JENDELA SERIBU SUNGAI KARYA MIRANDA SEFTIANA DAN AVESINA SOEBLI | |
| PENGARANG | : | ANDRE HARDIANTO | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-09-13 |
Hardianto. A. 2025. Ekranisasi Novel Jendela Seribu Sungai Karya Miranda Seftiana Dan Avesina Soebli. Skripsi. Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin. Pembimbing: (1) Dr. Dwi Wahyu Chandra Dewi, M.Pd.; (2) Dewi Alfianti, M.Pd.
Kata Kunci: Ekranisasi, Novel, Film
Penelitian ini membahas mengenai proses ekranisasi dari novel ke film. Fokus penelitian ini ialah novel Jendela Seribu Sungai karya Miranda Seftiana dan Avesina Soebli yang menjadi film Jendela Seribu Sungai karya sutradara Jay Sukmo. Pada penelitian ini dilakukan analisis perbedaan antara keduanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan pada novel ke film, yakni transformasi teks yang menjadi bentuk visual, bagaimana elemen-elemen novel dipertahankan atau dimodifikasi dalam adaptasi film serta persaman dan perbedaan dari kedua karya sastra yang diekranisasikan.
Metodologi penelitian yang digunakan ialah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Data dalam penelitian ini berupa kutipan-kutipan kata, frasa, klausa, kalimat, serta tangkapan layar dari novel dan film Jendela Seribu Sungai. Sumber data dari penelitian ini adalah novel dan film Jendela Seribu Sungai. Teknik penelitian menggunakan teknik baca, simak, dan catat. Instrumen pengumpulan data adalah peneliti itu sendiri dan media tabel. Teknik analisis data menggunakan teknik deskriptif komparatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekranisasi pada novel Jendela Seribu Sungai karya Miranda Seftiana dan Avesina Soebli yang menjadi film Jendela Seribu Sungai karya sutradara Jay Sukmo terjadi penyesuaian pada teknik penceritaan dan unsur intrinsik yang meliputi tokoh, alur, latar tempat, dan latar waktu, yakni ditemukan 116 data penciutan, 25 data penambahan, dan 27 data perubahan variasi. Hal ini terjadi karena untuk memenuhi kebutuhan medium visual. Tafsiran dalam film Jendela Seribu Sungai berhasil merepresentasikan inti cerita novel karya Miranda Seftiana dan Avesina Soebli dengan menonjolkan kekayaan budaya Banjar dan Dayak serta pesan sosial yang kuat. Penelitian ini memberikan wawasan tentang kreativitas dalam proses adaptasi, serta kontribusinya terhadap studi media dan sastra.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI