DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | PRARANCANGAN PABRIK ISOPROPIL ALKOHOL DARI ASETON MENGGUNAKAN PROSES HIDROGENASI DENGAN KAPASITAS 80.000 TON/TAHUN | |
| PENGARANG | : | NORMAH | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-09-17 |
INTISARI
Isopropil alkohol merupakan alkohol sekunder berupa cairan yang tidak berwarna, mudah menguap, dan juga mudah terbakar. Isopropil alkohol banyak digunakan sebagai solvent, zat aditif dalam obat-obatan, bahan antiseptik dan desinfektan. Isopropil alkohol masih bergantung pada impor dikarenakan tidak adanya pabrik domestik yang memproduksi bahan ini dalam skala besar. Melihat dari banyaknya kebutuhan isopropil alkohol di Indonesia, maka pembangungan pabrik isopropil alkohol sangatlah penting. Senyawa ini dapat diproduksi menggunkan proses hidrogenasi antara aseton dan hidrogen dengan bantuan katalis 3n-Ru/AC:2n- ZnO. Reaksi ini berlangsung pada Fixed Bed Multitube Reactor (FBMR) pada suhu 100? dan tekanan 1 atm dengan rasio molar aseton terhadap hidrogen 1:1,5. Reaksi berlangsung secara eksotermis dan menggunakan chilled water sebagai media pendingin. Proses ini menghasilkan konversi reaksi 96% dengan kemurnian mencapai 99%. Dengan kapasitas produksi 80.000 ton/tahun, pabrik ini akan dirancang untuk memenuhi sebagian besar keutuhan domestik dan mengurangi ketergantungan impor. Bahan baku yang digunakan dalam pembuatan isopropil alkohol yaitu aseton sebanyak 13611.2139 kg/jam dan hidrogen sebanyak 34.8580 kg/jam. Pabrik beroperasi selama 330 hari pertahun. Lokasi yang dipilih untuk mendirikan pabrik ini berada di Kabupaten Kediri, Jawa Timur dengan luas 34731 m2. Kebutuhan air utilitas diambil dari Sungai Brantas sebanyak 64022.0938 kg/jam. Tenaga kerja yang dibutuhkan sebanyak 135 orang dan bentuk Perusahaan Perseroan Terbatas (PT) dengan sistem organisasi garis dan staf. Berdasarkan perhitungan evaluasi ekonomi untuk pendirian pabrik isopropil alkohol di atas dibutuhkan modal tetap sebesar Rp. 254.190.092.461,4, sedangkan untuk modal kerja sebesar Rp. 798.975.897.368,57. Total manufacturing cost yaitu sebesar Rp. 2.649.047.038.263,40. Biaya yang dikeluarkan untuk produksi yaitu sebesar Rp. 3.016.247.482.743,71 dengan total harga jual produk sebesar Rp. 3.243.475.474.801. Keuntungan yang diperoleh dari pendirian pabrik ini yaitu keuntungan sebelum pajak sebesar Rp. 134.687.274.451,02 dan sesudah pajak sebesar Rp. 129.698.856.878,76. Berdasarkan perhitungan evaluasi ekonomi untuk pendirian pabrik isopropil alkohol didapatkan nilai Return of Investment (ROI) sesudah pajak sebesar 32,80%, Pay Out Time (POT) sesudah pajak selama 2,54 tahun. Sedangkan nilai Break Even Point (BEP) sebesar 42,14% dan Shut Down Point (SDP) sebesar 24,45%. Nilai-nilai tersebut menunjukkan bahwa pabrik ini bisa dipertimbangkan pendiriannya dan dapat diteruskan ke tahap perencanaan pabrik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pabrik ini layak untuk didirikan. Kata kunci: Aseton, Hidrogen, Hidrogenasi, Isopropil alkohol, 3n-Ru/AC:2n- ZnO
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI