DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | POHON INDUK DAN SEBARAN ANAKAN ANGLAI (Intsia palembanica), KAYU KACANG (Strombosia javanica) DAN TENGKOOK AYAM (Nephelium massoia) DI KHDTK ULM | |
| PENGARANG | : | ALWI ZULKARNAIN | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-09-17 |
Penelitian ini bertujuan menganalisis jumlah dan sebaran anakan anglai (Intsia palembanica), kayu kacang (Strombosia javanica), dan tengkook ayam (Nephelium massoia) di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Universitas Lambung Mangkurat. Regenerasi alami merupakan indikator penting keberlanjutan ekosistem hutan karena keberadaan anakan mencerminkan kemampuan suatu spesies mempertahankan populasinya di habitat alaminya. Informasi ini sangat diperlukan dalam penyusunan strategi konservasi dan pengelolaan berbasis silvikultur, terutama pada spesies lokal yang memiliki nilai ekologis maupun ekonomis. Pohon induk dalam penelitian ini ditentukan melalui metode purposive sampling dengan mempertimbangkan kriteria fenotipe unggul, seperti batang lurus, tajuk seimbang, serta kondisi fisiologis yang sehat. Pengamatan anakan dilakukan dalam radius 10 m dari pohon induk, dengan parameter yang diamati meliputi jumlah individu, tinggi, diameter, serta jarak sebar dari pohon induk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anglai memiliki rata-rata jumlah anakan terbanyak, yaitu 46 individu per pohon dengan diameter 0,35 cm, tinggi 43,57 cm, dan jarak sebar 2,91 m. Kayu kacang memiliki jumlah anakan paling sedikit, 11 individu per pohon, namun menunjukkan diameter terbesar 0,49 cm dan jarak sebar terjauh 3,72 m. Tengkook ayam menunjukkan regenerasi yang relatif seimbang dengan rata-rata 34 individu per pohon, diameter 0,37 cm, tinggi 39,16 cm, dan jarak sebar 2,47 m. Variasi tersebut dipengaruhi oleh faktor mikrohabitat seperti intensitas cahaya, kelembapan, kesuburan tanah, serta kompetisi antar vegetasi. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan regenerasi alami tidak hanya ditentukan oleh banyaknya benih, melainkan juga kesesuaian kondisi lingkungan tumbuh. Data yang diperoleh penting untuk mendukung program konservasi, rehabilitasi, serta pengelolaan hutan tropis secara berkelanjutan.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI