DIGITAL LIBRARY



JUDUL:PEMANFAATAN CENDAWAN ENDOFIT DARI DAUN PEGAGAN SEBAGAI AGEN ANTAGONIS TERHADAP Colletotrichum capsici PENYEBAB BUSUK BUAH CABAI (Capsicum frutescens L.)
PENGARANG:SHALMA FRISKA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-09-19


Hasil panen cabai rawit di Indonesia mengalami penurunan akibat serangan hama serta infeksi penyakit. Salah satu hambatan utama dalam budi daya cabai adalah munculnya penyakit antraknosa yang ditimbulkan oleh Colletotrichum spp. Upaya penanggulangan penyakit ini umumnya dilakukan dengan pemakaian pestisida secara berulang, yang pada akhirnya menimbulkan dampak negatif terhadap ekosistem. Alternatif pengendalian yang lebih aman bagi alam adalah dengan penerapan agensia hayati. Salah satu bentuk penerapan agensia hayati dapat dilakukan melalui pemanfaatan cendawan endofit. Jenis tanaman inang yang sesuai untuk mendukung keberadaan cendawan endofit salah satunya adalah tanaman obat. Dengan demikian, riset ini ditujukan untuk mengeksplorasi kemampuan endofit dari salah satu tumbuhan berkhasiat obat yakni daun pegagan, yang berfungsi sebagai agen antagonis terhadap patogen Colletotrichum capsici pada tingkat laboratorium serta menelaah sejauh mana cendawan endofit mampu menghambat pertumbuhan patogen Colletotrichum capsici. Kegiatan penelitian berlangsung dari November 2024 hingga Juni 2025 di Laboratorium Produksi Jurusan Agroekoteknologi Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat, Banjarbaru. Metodologi yang diterapkan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan serta 6 ulangan, sehingga menghasilkan total 18 unit percobaan. Berdasarkan Hasil penelitian, cendawan endofit daun pegagan memiliki daya hambat terhadap patogen Colletotrichum capsici dengan mekanisme overgrowth by antagonis pada cendawan endofit EnDa8Hdengan persentase hambat 60,50% dan EnDa12P dengan persentase 53,50% tetapi pada EnDa1P terjadi mekanisme mutual slight inhibition dengan persentase hambat 47%.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI