DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | PENGARUH PEMBERIAN BOKASHI KIAMBANG PADA FASE GENERATIF PADI MENTIK SUSU DI TANAH PASANG SURUT | |
| PENGARANG | : | DANIEL SATRIANTO | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-09-23 |
Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh dan menentukan dosis optimal pupuk organik bokashi kiambang terhadap fase generatif padi varietas Mentik Susu di tanah pasang surut. Penelitian dilaksanakan Januari 2025–Juni 2025 di Rumah Kaca Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian Lahan Rawa (BRMP), Banjarbaru Kalimantan Selatan, menggunakan rancangan acak lengkap satu faktor dengan empat dosis bokashi kiambang (0; 0,4; 0,8; dan 1,2 kg pot-1) dan lima ulangan, serta aplikasi pupuk dilakukan pada saat tanam. Parameter yang diamati meliputi jumlah anakan produktif, panjang malai, berat 1000 butir gabah, dan berat gabah per rumpun. Data diuji homogenitas Bartlett, dilanjutkan ANOVA dan uji lanjut Duncan’s Multiple Range Test pada α=5%.
Hasil menunjukkan dosis 0,8 kgpot-1 (P2) menghasilkan jumlah anakan produktif tertinggi rata-rata 39,27 tumbuh per rumpun dan berat gabah per rumpun tertinggi 135 g, keduanya berbeda nyata dibanding kontrol. Parameter panjang malai (27,48–27,38 cm) dan berat 1000 butir gabah (25,66–25,83 g) tidak menunjukkan perbedaan signifikan antar dosis. Temuan ini menegaskan kemampuan bokashi kiambang meningkatkan ketersediaan hara dan produktivitas padi Mentik Susu di lahan pasang surut. Dengan mempertimbangkan biaya pupuk, efisiensi, dan tidakberbeda nyata hasil antara P1, P2, dan P3, sehingga dosis ekonomis terbaik adalah P1 (0,4 kg pot-1) untuk budidaya padi mentik susu yang ditanam ditanah pasang surut. Ini memaksimalkan keuntungan per rupiah biaya pupuk tanpa kehilangan hasil yang bermakna dibanding dosis yang lebih tinggi.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI