DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | PEMODELAN BANJIR ROB MENGGUNAKAN HECRAS DI PULAU LAUT UTARA KABUPATEN KOTABARU PROVINSI KALIMANTAN SELATAN | |
| PENGARANG | : | TONI OCXA BRIANTARA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-10-08 |
Toni Ocxa Briantara. 2025. Pemodelan Banjir Rob Menggunakan HECRAS di Pulau Laut Utara Kabupaten Kotabaru Provinsi Kalimantan Selatan. Prof. Dr. Ir. Syarifuddin Kadir, M.Si.; Dr. Ichsan Ridwan, S.Si, M.Kom.; Dr. Badaruddin, S.Hut, M.P.
Kabupaten Kotabaru, yang berbatasan dengan Selat Makassar dan Laut Jawa, rentan terhadap banjir rob terutama di wilayah Pulau Laut Utara yang memiliki ketinggian hanya 0–3 mdpl. Menurut BPBD Kotabaru dan kajian Syafei et al. (2017), pendangkalan sungai akibat sedimentasi sampah dan material dari hulu menyebabkan air laut tidak tertampung dan menggenangi daratan. Data BPBD tahun 2022 mencatat banjir rob terjadi berulang, termasuk pada 23 Desember dan tiga kali sepanjang tahun tersebut, dengan ketinggian genangan mencapai lebih dari 3 meter. Banjir ini dipicu oleh pasang laut tinggi dan saluran drainase yang tidak berfungsi optimal. Dalam kurun waktu 2018–2022, banjir rob terus berulang dengan dampak berupa terendamnya jalan, permukiman, serta penutupan sementara destinasi wisata seperti siring laut.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi banjir Rob dan menganalisis tinggi genangan banjir menggunakan HECRAS serta menentukan model banjir Rob. Pendekatan model yang digunakan adalah Unsteady Flow Model secara 2D.
Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor utama yang mempengaruhi terjadinya banjir rob di wilayah Pulau Laut Utara meliputi kondisi topografi yang rendah, intensitas curah hujan, serta pasang surut air laut. Pemodelan banjir rob menggunakan perangkat lunak HECRAS menunjukkan prediksi tinggi genangan di beberapa lokasi, yaitu 25 cm di kawasan Siring Laut, 38 cm di Perumnas Hilir, 24 cm di Pasar Kemakmuran, dan 25 cm di Kantor Kelurahan Kotabaru Hulu. Model HECRAS ini terbukti efektif dalam memetakan fenomena banjir rob di Pulau Laut Utara karena hasil simulasi menunjukkan kesesuaian yang baik dengan data observasi lapangan, sehingga tingkat akurasinya dalam memprediksi tinggi genangan tergolong baik.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI